Kementerian Pertanian (Kementan) diklaim memberikan bantuan pupuk subsidi kepada masyarakat. Narasi ini disebarkan melalui sejumlah unggahan di media sosial pada pertengahan Juli 2026. Unggahan tersebut menyertakan tautan yang diklaim sebagai akses untuk mendaftar program bantuan pupuk. Masyarakat yang tertarik diminta untuk mengeklik tautan tersebut.
Modus Penipuan Mengatasnamakan Kementan
Namun, setelah ditelusuri, narasi dalam unggahan itu merupakan kabar bohong atau hoaks. Penawaran ini adalah modus penipuan. Saat diklik, tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kementerian Pertanian atau instansi pemerintah mana pun. Sebaliknya, tautan mengarah ke situs yang meminta data pribadi, seperti nomor KTP, alamat, dan informasi sensitif lainnya.
Kementerian Pertanian melalui Biro Humas dan Informasi Publik telah memberikan klarifikasi. "Kementan tidak pernah membuat program bantuan pupuk subsidi melalui tautan yang beredar di media sosial. Masyarakat diimbau untuk tidak mengklik tautan tersebut dan tidak memberikan data pribadi," ujar Kepala Biro Humas Kementan, Agung Hendrianto, dalam keterangan resmi.
Dampak dan Imbauan
Penipuan ini berpotensi merugikan masyarakat, terutama petani yang membutuhkan pupuk subsidi. Data pribadi yang diperoleh dapat disalahgunakan untuk kejahatan siber, seperti pencurian identitas atau penipuan finansial. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi Kementerian Pertanian atau menghubungi call center di 1500-900.
Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi dengan modus undian berhadiah atau bantuan sosial palsu. Masyarakat diingatkan untuk tidak mudah percaya dengan tautan yang tidak jelas asal-usulnya. Selalu pastikan bahwa situs yang dikunjungi memiliki domain resmi pemerintah, seperti go.id.



