Dugaan Awal Pengeroyokan TNI di Tangerang: Perselisihan di Tempat Makan
Dugaan Awal Pengeroyokan TNI di Tangerang

Prada Arif Budi Sampurna, seorang prajurit TNI dari Kodam XVII/Cenderawasih, tewas setelah dikeroyok dan ditikam oleh sekelompok orang di Kabupaten Tangerang, Banten. Insiden ini diduga dipicu oleh perselisihan di sebuah tempat makan yang berujung pada aksi kekerasan.

Kronologi Kejadian

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menjelaskan bahwa kejadian berawal dari kesalahpahaman di salah satu tempat makan. Perselisihan tersebut kemudian memicu pengeroyokan dan penusukan terhadap Prada Arif oleh sekelompok masyarakat. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (19/7) sekitar pukul 05.45 WIB. Saat ditemukan, saksi menemukan kartu tanda anggota (KTA) militer milik korban dan melaporkannya kepada Babinsa dan Babinkamtibmas setempat.

Proses Penyelidikan dan Penangkapan

Tim gabungan TNI dan Polri, termasuk Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, Denpom Tangerang, dan Polres Tangerang Selatan, bergerak cepat untuk mengejar para pelaku. Kasus ini kini dalam tahap penyidikan di Polres Tangerang Selatan dengan 17 orang saksi yang telah diperiksa. Pihak Kodam XVII/Cenderawasih menduga ada 9 orang pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Dari hasil pendalaman, 8 orang saksi lainnya dibebaskan karena tidak terlibat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Polisi berhasil menangkap empat tersangka. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengonfirmasi pada Selasa (21/7) bahwa keempat tersangka memiliki peran berbeda. BR (36) dan MKN (27) berperan mengejar korban; RRG (22) memukul dan mengejar korban menggunakan sepeda motor; serta H (21) mengejar, memukul, dan menusuk korban dengan pisau. Tiga tersangka pertama ditangkap tim gabungan, sementara H menyerahkan diri ke Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dan kemudian diserahkan ke Polres Tangsel.

Barang Bukti dan Tindak Lanjut

Polisi menyita beberapa baju yang digunakan para pelaku. AKP Wira Graha Setiawan menambahkan bahwa antara pelaku dan korban tidak saling mengenal. Pihak TNI akan terus mengawal proses hukum ini dan menghimbau masyarakat serta rekan almarhum untuk tetap tenang serta menyerahkan penindakan kepada aparat penegak hukum. Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menjamin proses hukum berjalan transparan. Mereka juga berterima kasih atas dukungan dari Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, Denpom Tangerang, dan Polres Tangerang Selatan yang telah bergerak cepat mengungkap kasus ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga