Kondisi Memprihatinkan di Kontrakan Sempit
Heru Baskoro, putra Sayuti Melik (pengetik naskah Proklamasi), dan istrinya Treyzia Noviani, cucu Haji Agus Salim, kini tinggal di sebuah kontrakan sederhana di Bekasi. Selama empat bulan terakhir, pasangan lansia ini menempati rumah berukuran kecil dengan perabot seadanya. Kasur tipis di ruang tengah dan kipas angin menjadi satu-satunya penyejuk saat udara panas.
“Yang lihat cuma mata kiri, kanan enggak melihat,” ujar Heru kepada Liputan6.com, Senin (13/7/2026). Gangguan penglihatan yang dialaminya bermula pada 2016. Kini, mata kanannya sudah tidak berfungsi, sementara mata kirinya juga tidak normal.
Riwayat Karier dan Perjuangan Berobat
Sebelum sakit, Heru berkarier sebagai Direktur Keuangan Trans Bakrie dan kemudian bekerja di perusahaan minyak di Texas, Amerika Serikat. Ia sempat menjadi permanent resident AS. Namun, gangguan mata yang semakin parah memaksanya menjual rumah keluarga di Indonesia untuk biaya pengobatan.
Pada 2021, Heru menjalani transplantasi kornea donor di Jakarta, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Setelah kembali ke Kanada, biaya pengobatan tidak mendapat penggantian dari sistem kesehatan setempat. “Jadi kita sudah habis-habisan. Rumah dijual untuk berobat mata suami. Begitu balik lagi ke Kanada, reimburse-nya tidak diturunkan,” tutur Treyzia.
Selain gangguan penglihatan, Heru juga mengidap diabetes dan demensia. Satu-satunya harapan adalah operasi kornea buatan yang hanya tersedia di Kanada, AS, dan Jerman. Operasi sebenarnya dijadwalkan akhir Juli, tetapi terkendala biaya.
Bantuan dari Masyarakat dan Pemerintah
Kebutuhan sehari-hari pasangan ini banyak dipenuhi oleh bantuan teman, tetangga, dan relawan. Shifa, anak angkat mereka, menceritakan bahwa ada yang mengirim makanan, membelikan kebutuhan rumah tangga, membantu bayar kontrakan, hingga mengisi token listrik. “Kadang teman ngasih buat makan, kadang dari gereja atau Islamic Center sempat membantu,” ujar Shifa.
Maria Ulfa, pemilik warung makan di dekat kontrakan, hampir setiap hari mengirimkan makanan. “Mungkin udah sepuh banget kan, kadang suka cerita-cerita teks proklamasi terus,” kata Maria.
Kini, Kementerian Sosial mulai turun tangan. Heru dan Treyzia dibawa ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi untuk mendapatkan tempat tinggal sementara dan pendampingan.



