Empat Kepala Daerah Terjerat OTT KPK dalam Sebulan Terakhir
4 Kepala Daerah Terjerat OTT KPK dalam Sebulan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap empat kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT) selama sebulan terakhir, sejak awal Juni 2026. Keempatnya adalah Bupati Muara Enim H. Edison (8 Juni), Bupati Kuansing Suhardiman Amby (30 Juni), Bupati Langkat Syah Afandin (3 Juli), dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani (9 Juli).

Kasus Suap Bupati Muara Enim

KPK menangkap H. Edison di Sumatera Selatan pada 8 Juni 2026 atas dugaan suap dan gratifikasi. Sehari kemudian, Edison ditetapkan sebagai tersangka di Jakarta bersama tiga orang lainnya: Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026 Abi Nurwardani, pihak swasta dan keponakan bupati Adi Triadi, serta perwakilan PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi. Dalam pengembangan kasus, KPK juga menangkap lima pegawai BPK, sehingga total 11 orang diamankan terkait perkara ini.

Suap Jabatan Bupati Kuansing

Pada 30 Juni 2026, KPK menggeledah kantor Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) di Riau dan mengamankan 10 orang, namun Bupati Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Zulkarnaen tidak langsung ditangkap. Keduanya menyerahkan diri ke KPK kurang dari sehari kemudian dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengisian jabatan serta pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Tersangka ketiga adalah Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant, Ardiles. KPK juga mendalami pemberian amplop Suhardiman kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang mengaku tidak mengetahui isinya dan memerintahkan ajudan untuk mengembalikannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Suap Bupati Langkat

Pada 3 Juli 2026, KPK menangkap Bupati Langkat Syah Afandin (Ondim) dalam OTT terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Ondim menjadi tersangka bersama Yaqub Abdhal Al Mu'arif, pihak swasta dan tim suksesnya pada Pilkada 2024. Menurut KPK, Ondim diduga meminta fee 10 hingga 17 persen dari rekanan proyek, terutama di Dinas Pendidikan dan Dinas Permukiman. Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyatakan, "Berdasarkan kecukupan bukti permulaan... KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, dan menetapkan dua orang sebagai tersangka."

Pemerasan Bupati Sukoharjo

Terakhir, pada 9 Juli 2026, KPK menangkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani di wilayah Soloraya, Jawa Tengah, dalam OTT terkait dugaan pemerasan. Total lima orang diamankan, termasuk bupati. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, "Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo." KPK mengamankan logam mulia dan uang miliaran rupiah dalam operasi tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga