Ledakan Rumah Mewah Medan Diduga dari Kompor Tanam, Gas Terdeteksi
Ledakan Rumah Mewah Medan Diduga dari Kompor Tanam

Laboratorium forensik Polda Sumatera Utara masih menyelidiki penyebab ledakan yang terjadi di sebuah rumah mewah di perumahan elite Grand Polonia, Medan. Dugaan sementara, ledakan berasal dari dapur setelah petugas menemukan kompor tanam yang terangkat dan konsentrasi gas yang signifikan.

Kompor Tanam Terangkat, Indikasi Ledakan Gas

Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian menjelaskan bahwa timnya telah melakukan pengecekan menyeluruh di dalam rumah, terutama di area dapur. "Di dapur kita temukan ada kompor tanam dan juga pintu-pintu yang terbuka di mana kompor ini terangkat ke atas. Nah, di sana adalah terminal gas yang digunakan untuk memasak. Jadi, artinya kalau ada tekanan di sana, bisa diartikan bahwa terjadi di sana kebakaran gas," ujar Roy di lokasi kejadian, Selasa (21/7/2026).

Roy menambahkan bahwa di bagian lain rumah tidak ditemukan indikasi kebocoran gas. "Tetapi memang namanya TKP ini, kalau dari segi gasnya, di bagian lain kita tidak menemukan, hanya di dapur itu kita menemukan," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Detektor Gas Temukan Konsentrasi 10% LEL

Pemeriksaan menggunakan gas detector menunjukkan adanya konsentrasi gas yang bervariasi di dapur. "Hasil untuk pertama yang kita temukan di sana dengan gas detector, kita menemukan ada konsentrasi bervariasi di dapur itu. Ada sekitar paling tidak 10% LEL-nya (Lower Explosive Limit). Jadi, itu dalam konsentrasi itu harusnya gas itu bisa terdetonasi," sambung Roy.

Lower Explosive Limit (LEL) adalah konsentrasi minimum suatu gas atau uap di udara yang dapat meledak jika terkena api. Angka 10% LEL menunjukkan bahwa konsentrasi gas sudah cukup untuk menimbulkan ledakan.

Ledakan Berasal dari Dalam Rumah

Perwira menengah Polri itu menyebut pihaknya telah mengumpulkan sejumlah barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan awal ke Laboratorium Forensik. Namun, dari hasil sementara, ledakan memang berasal dari dalam rumah, bukan dari luar. "Dari hasil pemeriksaan sejauh ini, ledakan itu diduga berasal dari dalam rumah. Hasil yang sudah kita temukan bahwa kerusakan yang terjadi itu ciri khas menunjukkan bahwa tekanannya semua dari dalam rumah," ujarnya.

Ledakan yang terjadi pada Senin (20/7/2026) tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada rumah mewah tersebut. Selain itu, beberapa kendaraan seperti Lexus dan sejumlah mobil lainnya juga rusak akibat terdampak ledakan. Satu korban tewas ditemukan di reruntuhan perumahan elite tersebut.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan. Barang bukti yang telah dikumpulkan akan diuji di laboratorium forensik untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga