Wahana Rumah Hantu Tulungagung Ditutup Sementara, Pengunjung Meninggal
Wahana Rumah Hantu Tulungagung Ditutup Sementara

Apollo Supermall Tulungagung menghentikan sementara operasional wahana rumah hantu setelah seorang pengunjung wanita berinisial BNW (39) meninggal dunia. Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (29/7/2026) dan langsung menarik perhatian aparat kepolisian.

Kronologi Kejadian

BNW yang merupakan warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, tiba di Apollo Supermall bersama anaknya. Keduanya kemudian menuju area wahana rumah hantu yang berada di dalam mal. Korban memutuskan untuk masuk ke wahana tersebut, sementara anaknya memilih menunggu di luar.

Menurut keterangan kepolisian, sekitar lima menit setelah memasuki wahana, BNW keluar bersama pengunjung lain dengan kondisi berlari ketakutan. Ia langsung duduk di kursi yang berada dekat pintu keluar. Tidak lama kemudian, kondisi kesehatannya menurun drastis dan ia tidak sadarkan diri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Sekitar lima menit kemudian korban keluar dari wahana, kemudian duduk sesaat di kursi di dekat pintu," kata Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Visum

Setelah menerima laporan, Polres Tulungagung bergerak cepat. Tim identifikasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi wahana. Langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan barang bukti dan memetakan alur kejadian. Selain itu, polisi juga melakukan visum luar terhadap jenazah korban untuk mencari petunjuk medis.

Visum luar merupakan prosedur standar dalam kasus kematian yang perlu dipastikan penyebabnya. Polisi belum merilis hasil visum tersebut. Mereka masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari dokter forensik.

Sejumlah saksi di lokasi juga telah dimintai keterangan. Proses pemeriksaan dilakukan secara bergantian agar kronologi benar-benar terang. Polisi belum menyatakan apakah kematian korban disebabkan oleh faktor kesehatan tertentu atau hal lain.

Penutupan Sementara Wahana

Berdasarkan koordinasi antara polisi dan pengelola Apollo Supermall, wahana rumah hantu resmi ditutup untuk sementara waktu. Penutupan ini dilakukan sejak proses penyelidikan dimulai. Tujuannya agar petugas bisa bekerja di lokasi tanpa gangguan dari pengunjung maupun aktivitas operasional wahana.

Manajemen mal pun telah menyetujui langkah ini. Penutupan bersifat sementara sampai seluruh rangkaian penyelidikan selesai. Polisi juga membutuhkan waktu untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut.

Selama penutupan, tidak ada aktivitas permainan di wahana tersebut. Petugas keamanan mal ditempatkan di sekitar area untuk menjaga kelancaran pemeriksaan. Pengunjung yang datang diimbau menjauh dari lokasi.

Imbauan untuk Publik

Peristiwa ini tentu memicu rasa penasaran warga Tulungagung. Namun pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terlebih dahulu. Hasil penyelidikan polisi yang akan menjadi acuan utama.

Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengimbau agar semua pihak menahan diri. Ia juga meminta keluarga korban untuk bersabar dan mempercayakan proses hukum kepada penyidik.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi pengelola wahana rekreasi agar lebih memperhatikan keselamatan dan kesehatan pengunjung. Pengecekan kondisi pengunjung serta kesiapan petugas medis sebaiknya lebih ditingkatkan. Meski demikian, polisi belum menyebutkan adanya unsur kelalaian dari pihak pengelola.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti kematian BNW. Polisi terus bekerja dan akan menyampaikan perkembangan selanjutnya kepada publik setelah penyelidikan rampung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga