Polisi Dalami Dugaan Kelalaian di Kasus Tewasnya 4 Pekerja di Bak Penampungan Air
Polisi Dalami Kelalaian di Kasus 4 Pekerja Tewas di Bak Air

Polisi Dalami Dugaan Kelalaian di Kasus Tewasnya 4 Pekerja di Bak Penampungan Air

Polisi masih menyelidiki secara mendalam dugaan kelalaian dalam kecelakaan kerja yang terjadi di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Insiden tragis ini berujung pada tewasnya empat pekerja dan melukai tiga lainnya.

Penyelidikan Terus Berlanjut

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mendalami aspek kelalaian dalam peristiwa tersebut. "Iya didalami kelalaian," kata Nurma Dewi saat dihubungi pada Selasa (7/4/2026). Ia menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih berlangsung intensif.

Pihak kepolisian telah memanggil dan meminta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat, termasuk mandor proyek dan pemilik gedung. "Segera dijadwalkan (pemilik gedung). Masih mau periksa saksi, mandornya. Nanti dimintai keterangan," jelas Nurma Dewi. Proses ini diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan menentukan apakah ada unsur kelalaian yang berkontribusi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kejadian yang Memilukan

Kecelakaan kerja ini terjadi pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang RT 02 RW 02, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kejadian bermula ketika mandor memerintahkan para pekerja untuk menguras geloteng atau bak penampungan air bersih berukuran 6x3 meter yang terletak di basement gedung.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, pada saat proses pembongkaran penutup bak, korban terjatuh ke dalam lubang geloteng. "Korban sempat ditolong oleh rekan kerjanya, tapi tidak menggunakan perlengkapan keselamatan (safety)," ujar Budi Hermanto. Kurangnya alat pelindung diri ini diduga memperparah situasi dan menyebabkan korban jiwa.

Korban dan Dampak yang Ditimbulkan

Keempat pekerja yang tewas dalam insiden ini diidentifikasi sebagai:

  • YN (31 tahun)
  • M (61 tahun)
  • TS (62 tahun)
  • MF (18 tahun)

Selain itu, tiga pekerja lainnya mengalami sesak napas saat berusaha menolong korban. Ketiganya, yaitu Ujib (42), Ahmad Jaelani (37), dan Sunar (63), saat ini masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. Kondisi mereka terus dipantau oleh tim medis.

Implikasi dan Langkah Selanjutnya

Kasus ini menyoroti pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja di lokasi proyek konstruksi. Polisi berencana untuk:

  1. Menyelesaikan pemeriksaan terhadap semua saksi kunci.
  2. Menganalisis bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
  3. Menentukan apakah ada pelanggaran peraturan keselamatan kerja.

Hasil penyelidikan ini nantinya akan digunakan untuk menindaklanjuti dugaan kelalaian dan mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mematuhi standar keselamatan dalam setiap aktivitas kerja, terutama di lingkungan berisiko tinggi seperti proyek konstruksi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga