Petugas Damkar Gugur Saat Padamkan Kebakaran Lahan di Kramat Jati
Petugas Damkar Gugur Padamkan Kebakaran Kramat Jati

Kebakaran lahan kosong yang dipenuhi tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru 1, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, memakan korban jiwa pada Minggu (2/8/2026). Seorang petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur bernama Andriyono gugur saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran yang melanda lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi.

Operasi pemadaman berlangsung sejak Sabtu (1/8) pagi ketika api pertama kali muncul. Diduga anak-anak yang bermain api di area tumpukan sampah menjadi pemicu awal. Hembusan angin kencang kemudian memperbesar api dan menyulitkan petugas untuk mengendalikannya. Andriyono merupakan bagian dari tim yang diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api serta melakukan pendinginan pada titik-titik api yang masih menyala.

Ketua RW 03 Kelurahan Dukuh, Irman Riyadi, mengonfirmasi bahwa Andriyono meninggal dunia setelah mengalami sesak napas mendadak di lokasi kebakaran. Menurut Irman, korban menghirup asap tebal yang mengumpul di area pemadaman, lalu pingsan di tempat dan kehabisan oksigen. Kejadian itu berlangsung ketika petugas sedang bersiaga di salah satu sisi lokasi yang terkena arah angin.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Angin Bawa Asap Tebal ke Arah Petugas

"Posisi angin saat kejadian mengarah ke barat, membawa asap tebal ke arah petugas yang sedang bersiaga di sisi tersebut. Korban sempat pingsan di tempat akibat kehabisan oksigen," kata Irman di lokasi kebakaran, Minggu (2/8/2026).

Rekan-rekan Andriyono yang berada di sekitar lokasi segera melakukan evakuasi darurat. Mereka membawa korban keluar dari area kebakaran dan menuju Rumah Sakit Harapan Bunda untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, nyawa Andriyono tetap tidak tertolong. "Saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Kami, pihak pengurus lingkungan, telah melayat ke rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam," ujar Irman, dikutip dari Antara.

Irman juga menyampaikan bahwa seluruh pihak di lingkungan RW 03 merasa kehilangan atas gugurnya salah satu petugas yang berjuang memadamkan api. Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian bagi semua pihak mengenai keselamatan petugas saat menghadapi kebakaran dengan asap tebal.

Lahan Terbakar Seluas 6.000 Meter Persegi

Lokasi kebakaran berada di lahan kosong yang penuh dengan tumpukan sampah. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 6.000 meter persegi. Kebakaran ini bermula pada Sabtu pagi dan api diduga berasal dari anak-anak yang bermain api di area tumpukan sampah. Angin kencang menyebabkan api menjalar dengan cepat ke material lain yang mudah terbakar.

Penanganan kebakaran dilakukan oleh petugas Gulkarmat bersama Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Dukuh. Keduanya berupaya memadamkan api sejak Sabtu hingga Minggu siang. Namun, mereka menghadapi kendala teknis karena tumpukan puing di permukaan lahan menyembunyikan material sampah di lapisan bawah. Akibatnya, muncul titik-titik api dalam tanah atau ground fire yang terus mengeluarkan asap pekat.

Pendinginan dan Penguraian Material Sampah

Ground fire menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api yang membakar material sampah di bawah tumpukan puing tidak mudah dipadamkan hanya dengan menyiram permukaan, sehingga petugas harus menguraikan tumpukan sampah sedikit demi sedikit. Hingga Minggu siang, petugas gabungan masih terus melakukan pendinginan dan penguraian material sampah untuk memastikan seluruh titik api dan asap benar-benar padam. Proses ini berlangsung hati-hati karena setiap lapisan sampah bisa menyimpan bara api yang berbahaya.

Fakta Utama Kebakaran Kramat Jati

  • Tanggal kejadian: Sabtu (1/8) pagi hingga Minggu (2/8/2026).
  • Lokasi: Jalan Penggilingan Baru 1, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
  • Luas lahan terbakar: sekitar 6.000 meter persegi.
  • Korban meninggal: Andriyono, petugas Gulkarmat Jakarta Timur.
  • Penyebab diduga: anak-anak bermain api di tumpukan sampah.

Operasi pemadaman yang berkepanjangan itu menyoroti betapa berbahayanya kebakaran lahan yang dipenuhi sampah. Selain api yang bisa menyala kembali, asap tebal hasil pembakaran material di lapisan bawah juga mengancam keselamatan petugas maupun warga di sekitar lokasi. Gugurnya Andriyono menjadi bukti nyata tingginya risiko yang harus dihadapi petugas pemadam kebakaran dalam setiap penanganan kebakaran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Pengurus lingkungan setempat telah menyampaikan belasungkawa dan melayat ke rumah duka keluarga Andriyono. Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan di lokasi kebakaran masih berlangsung untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.