Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menjadi pusat penantian keluarga penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura. Sejak Minggu (2/8) malam hingga Senin (3/8) dini hari, puluhan keluarga berdatangan untuk mencari kepastian nasib kerabat mereka yang berada di kapal rute Surabaya-Makassar itu.
Devi, warga Gresik, mengaku baru mengetahui suaminya, Deni Vristiawan (39), menjadi penumpang kapal nahas itu setelah melihat siaran langsung di media sosial sekitar pukul 11.30 WIB. "Saya baru mendapat kabar dari live TikTok," kata Devi di lokasi. Komunikasi terakhir dengan suaminya terjadi pada pagi hari sebelum kabar kebakaran merebak. "Jam 07:00 pagi. Aku telepon, terus balik telepon lagi. Terus habis itu tak hubungi lagi enggak bisa. Sampai sekarang," ucapnya.
Keluarga Korban Berdatangan ke Pelabuhan
Devi menuturkan suaminya bekerja sebagai sopir tronton yang tengah dalam perjalanan dinas menuju Sulawesi. Ia menegaskan rute tersebut baru pertama kali dilalui Deni. "Enggak, baru kali ini [ke Sulawesi]," jelasnya. Setelah mendapatkan kabar dari media sosial, Devi bergegas mencari informasi, kemudian diarahkan ke Pelabuhan Tanjung Perak. "Saya cari info. Saya tanya-tanya, ternyata kapal yang ditumpangi suami itu terbakar. Terus saya langsung datang ke garasi tempat kerjanya. Saya cari info ke teman-temannya, ternyata saya disuruh ke sini," tuturnya. Suaminya berangkat bersama lima rekan kerja menggunakan lima kendaraan berbeda, dengan salah satu rekannya membawa istri.
Kondisi serupa dialami Samparia, warga Makassar. Ia mengaku kesulitan mendapatkan informasi karena nama kerabatnya tidak tercantum dalam manifes penumpang. Ketidakjelasan data ini menambah beban psikologis keluarga yang menunggu di pelabuhan.
Tidak hanya keluarga penumpang, Susilo, pemilik perusahaan ekspedisi di Pelabuhan Tanjung Perak, juga menanti kabar lima pegawainya yang mengawal pengiriman kuda dan kambing menggunakan kapal tersebut. "Empat orang sudah dinyatakan selamat. Satu orang lagi sampai sekarang belum diketahui keberadaannya," kata Susilo.
Penumpang Tidak Tercatat dalam Manifes
Di tengah kepanikan keluarga, muncul dugaan bahwa sejumlah penumpang tidak terdaftar dalam manifes resmi kapal. Kondisi ini membuat proses pencocokan identitas korban dengan data penumpang menjadi semakin sulit. Petugas di lapangan masih berupaya mendata para penumpang selamat melalui posko Ante Mortem Biddokkes Polda Jatim.
Berdasarkan data Basarnas hingga Minggu pukul 21.00 WIB, sebanyak 231 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan lima orang dinyatakan meninggal dunia. Total penumpang yang telah dievakuasi mencapai 236 orang. Proses evakuasi terus dilakukan tim SAR gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
111 Penumpang Tiba di Tanjung Perak
Penantian panjang keluarga akhirnya membuahkan hasil. Sebanyak 111 penumpang KM Mutiara Sentosa 2 tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pada Senin (3/8) dini hari. Mereka merupakan rombongan yang dievakuasi menggunakan kapal bantuan Meratus Pematang Siantar. Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah korban berusia lanjut. Sebagian dari mereka didorong menggunakan kursi roda sebelum akhirnya direbahkan di atas karpet dan bantal yang disediakan pihak pelabuhan.
Petugas mengarahkan para penumpang untuk beristirahat, sementara tenaga kesehatan memeriksa kondisi mereka satu per satu. Petugas lain turut mendata identitas para penumpang, sebagian di antaranya melalui Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Jatim. Suasana haru dan pelukan keluarga mewarnai kedatangan para penumpang yang selamat.
Kapal Terbakar di Utara Sumenep
Sebelumnya, Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8). Kapal dengan rute Surabaya-Makassar itu mengangkut sekitar 250 orang penumpang saat insiden terjadi. Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan informasi awal kebakaran diterima petugas siaga dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Selang satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal memberikan konfirmasi kepada petugas siaga.
"Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makasar dengan POB sekitar 250 orang terbakar," kata Nanang dalam laporannya. Menurut keterangan dari perusahaan kapal, nakhoda sempat melaporkan kebakaran terjadi di ujung utara Madura pada kisaran pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Komunikasi dengan nakhoda kemudian terputus dan tidak dapat dihubungi kembali.
Kronologi Operasi SAR
Tim SAR langsung bergerak melakukan koordinasi begitu informasi diterima. Pada pukul 08.30 WIB, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal. Koordinasi berlanjut pada pukul 09.00 WIB antara Pos SAR Sumenep dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget.
Hasil komunikasi SROP dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi. "Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan," ucap Nanang.
Hingga pukul 21.00 WIB Minggu malam, total 236 penumpang telah dievakuasi dengan rincian 231 orang selamat dan lima orang meninggal dunia. Operasi pencarian dan evakuasi masih terus berlanjut, sementara keluarga korban di Pelabuhan Tanjung Perak masih menanti kabar terbaru dari tim SAR gabungan.



