Genangan Air di Jakarta Mulai Surut, Tinggal 5 RT yang Masih Tergenang
Genangan Jakarta Surut, Tinggal 5 RT Tergenang

Genangan Air di Jakarta Mulai Surut, Tinggal 5 RT yang Masih Tergenang

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi genangan air di Ibu Kota mulai menunjukkan perbaikan pada Sabtu siang, 4 April 2026. Berdasarkan catatan terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta pukul 12.00 WIB, sebanyak empat wilayah dan empat ruas jalan yang sebelumnya terdampak banjir telah berangsur surut. Meski demikian, masih terdapat lima Rukun Tetangga (RT) yang mengalami genangan, memerlukan perhatian lebih dari pihak berwenang.

Wilayah dan Ruas Jalan yang Sudah Pulih

Proses penyurutan genangan terjadi di beberapa lokasi strategis di Jakarta Barat. Berikut adalah rincian wilayah dengan RT yang sudah surut:

  • Kelurahan Kebon Jeruk: 2 RT
  • Kelurahan Kedaung Kaliangke: 3 RT
  • Kelurahan Rawa Buaya: 1 RT
  • Kelurahan Kembangan Selatan: 3 RT

Sementara itu, empat ruas jalan yang sebelumnya tergenang kini telah dapat dilalui kembali, antara lain:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  1. Jalan Strategi Raya di Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan
  2. Jalan Basoka Raya di Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan
  3. Jalan Ciledug Raya (depan pom bensin Shell) di Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan
  4. Jalan H.R. Rasuna Said di Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan

Lima RT di Jakarta Barat Masih Tergenang

Di sisi lain, kondisi genangan masih melanda lima RT yang berlokasi di Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat. Ketinggian air di area tersebut dilaporkan mencapai sekitar 30 sentimeter. Penyebab utama genangan ini adalah curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, ditambah dengan luapan dari Kali Pesanggrahan yang melampaui kapasitas normal.

Sebagai respons cepat, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personelnya untuk memantau secara ketat kondisi genangan di setiap wilayah terdampak. Selain itu, dilakukan koordinasi intensif dengan berbagai dinas terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Tindakan yang diambil meliputi penyedotan genangan air dan pengecekan fungsi tali-tali air untuk memastikan drainase berjalan optimal.

"BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," tulis Pusdalops dalam keterangan resminya.

Dengan upaya terpadu ini, diharapkan genangan yang tersisa dapat surut dalam waktu singkat, mengurangi dampak gangguan bagi aktivitas warga dan lalu lintas di Ibu Kota.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga