Saksi mata menceritakan detik-detik kebakaran rumah di Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, yang menewaskan dua orang kakak-adik. Peristiwa terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 19.31 WIB di Jalan Pulo Mas Utara 2B. Dua korban diketahui lahir pada tahun 2011 dan 2018, merupakan kakak dan adik.
Saksi Lihat Api Sudah Membesar
Agung, seorang petugas keamanan RW 14, mengungkapkan saat tiba di lokasi api sudah menyala dan tidak bisa dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR). "Kita ke sini api udah nyala emang. Udah nggak bisa gimana lah, api udah nyala lah. Damkar aja udah. Kita sebisa-bisa pakai APAR, apa nih. Yang libur aja sampai pada datang sih. Sigap semua lah," kata Agung ditemui di sekitar lokasi, Selasa (28/7/2026).
Agung menambahkan saat kebakaran terjadi, ia sedang bersama ayah korban di pos keamanan. Ayah korban tengah menunggu kerabatnya. "Bapaknya (lagi) ngobrol sama saya di pos. Jadi dia ke pos, saya tanya, nyamperin datang ke pos, 'Eh, Bos, nggak bawa motor?' 'Nggak, nunggu kerabat,' katanya. 'Gak usah masuk, sini aja'. Ini rumah depan nih, Pak Temi (bilang), 'Pak, kayaknya rumah kebakaran.' ya kita refleks lah. Saya teleponan Danru (komandan regu) saya. Udah Danru telepon juga nih, minta bantuan," katanya.
Ledakan Motor di Dalam Rumah
Agung juga mendengar suara ledakan dari dalam rumah. Ia menduga ledakan tersebut berasal dari motor yang terbakar. "Ada (ledakan), Bang. Motor di dalam dua meledak, Bang," katanya. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Agung mengatakan dirinya dan petugas lain datang saat api sudah mulai menyala dan tidak bisa memastikan pemicu awal. "Dugaan mah nggak ada lah, Bang. Pokoknya kita datang tuh udah nyala emang," imbuhnya.
Petugas pemadam kebakaran (damkar) bergerak cepat setelah mendapat laporan. Sebanyak 9 unit mobil pemadam dan 45 personel dikerahkan ke lokasi. "Damkarnya bagus juga, gercep (gerak cepat) sih, siaga semualah," kata Agung. Proses pemadaman selesai pada pukul 21.21 WIB.
Kronologi dari Saksi Tetangga
Berdasarkan keterangan saksi lain, kebakaran bermula saat tetangga sekitar mendengar suara dentuman menyerupai ledakan. Ketika diperiksa, kobaran api sudah membesar dan menjalar dengan cepat ke bagian rumah lainnya. Informasi itu langsung dilaporkan ke petugas damkar. Kapolsek Pulogadung Kompol Gomos Simamora mengonfirmasi kedua korban adalah kakak dan adik. "Kedua korban adik dan kakak. Kelahiran 2011 dan 2018," kata Gomos saat dihubungi, Senin (27/7/2026).
Upaya Pemadaman dan Evakuasi
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menurunkan armada besar untuk menjinakkan api. Akun Instagram Sudin Gulkarmat Jakarta Timur menyebutkan, "Sebanyak 9 unit mobil pemadam serta unit pendukung dan 45 personel dikerahkan ke lokasi kejadian." Petugas bekerja keras hingga api benar-benar padam. Tidak ada korban lain selain kedua kakak-adik tersebut. Keluarga yang ditinggalkan kini berduka atas peristiwa tragis ini.



