BPBD DKI Ungkap Penyebab Tembok Roboh di SMPN 182: Struktur Tanah Labil
Sebuah insiden tembok pagar roboh terjadi di area SMPN 182, Jakarta Selatan, pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 11.22 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penyebab utama kejadian ini adalah struktur tanah yang labil di lokasi tersebut.
Kronologi dan Penyebab Insiden
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa tembok milik warga dengan panjang 65 meter dan tinggi 5,3 meter tiba-tiba roboh ke arah sekolah SMPN 182. "Karena struktur tanahnya labil atau tanah urukan, sehingga menyebabkan tembok roboh," kata Isnawa, seperti dilansir dari Antara, Senin (16/2/2026).
Insiden ini terjadi di Jalan Kalibata Timur 1 Raya, RT/RW 02/08, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Tanah yang menjadi fondasi tembok dinilai tidak kokoh, sehingga menyebabkan keruntuhan mendadak. Akibatnya, saluran air di sekitar lokasi menjadi mampet, meskipun dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
Penanganan dan Ganti Rugi
Kerugian material akibat insiden ini masih dalam proses pendataan. Saat ini, kondisi lokasi reruntuhan sedang ditangani oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA). Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menyatakan bahwa pemilik rumah yang temboknya roboh telah bersedia bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas sekolah.
"Ada kerugian fasilitas bangunan sekolah tapi pihak pemilik pagar tanggung jawab untuk perbaiki sesuai semula," ujar Mansur. Komunikasi antara pemilik dan pihak sekolah telah dilakukan untuk memastikan ganti rugi dan perbaikan bangunan sekolah kembali seperti semula.
Selain itu, pemilik juga bersedia mengangkut reruntuhan tembok yang menutupi saluran air. "Dan pihak pemilik pagar bersedia untuk mengangkut bekas pagarnya, batu-batuannya ini, sisa temboknya ini, dipinggirin. Supaya tidak, itu kan kena saluran kali juga, supaya tidak buat mampet di kali," tambah Mansur.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Polisi akan terus menyelidiki penyebab robohnya tembok tersebut untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Penyidikan ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi, meskipun struktur tanah labil telah ditetapkan sebagai penyebab utama.
Insiden ini menyoroti pentingnya pemeriksaan struktur tanah dan fondasi bangunan di wilayah perkotaan, terutama di area padat penduduk seperti Jakarta Selatan. BPBD DKI Jakarta menekankan perlunya kewaspadaan terhadap kondisi geoteknik untuk menghindari bencana serupa.