Banjir Jember Meluas, 23 Desa Terendam dan Ribuan Keluarga Mengungsi
Banjir Jember Meluas, 23 Desa Terendam dan Ribuan Terdampak

Banjir di Jember Meluas, 23 Desa Terendam dan Ribuan Keluarga Terdampak

Bencana banjir di Kabupaten Jember, Jawa Timur, semakin meluas dengan dampak yang signifikan terhadap masyarakat setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat bahwa banjir telah merendam 23 desa yang tersebar di 10 kecamatan, menyebabkan ribuan keluarga harus mengungsi dan menghadapi kerusakan infrastruktur.

Peningkatan Luasan Banjir dan Dampaknya

Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa dari sebelumnya delapan kecamatan, kini banjir telah melanda 10 kecamatan. "Dari delapan menjadi 10 kecamatan yang dilanda banjir hasil asesmen dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember yang tersebar di 23 desa, namun alhamdulillah banjir kini sudah surut," ujarnya di Jember, seperti dilansir Antara pada Sabtu (14/2/2026).

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jember pada Kamis (12/2) sore hingga Jumat (13/2) menyebabkan debit air meningkat drastis, hingga meluap ke pemukiman warga. Kecamatan-kecamatan yang terdampak meliputi:

  • Panti
  • Sukorambi
  • Rambipuji
  • Kalisat
  • Kaliwates
  • Bangsalsari
  • Ajung
  • Balung
  • Wuluhan
  • Puger

Jumlah Korban dan Kerusakan Infrastruktur

Berdasarkan data dari BPBD Jember, jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 7.445 kepala keluarga (KK), dengan konsentrasi tertinggi di Kecamatan Rambipuji sebanyak 3.774 KK. Kelompok rentan yang terdampak termasuk:

  1. 74 balita
  2. 82 lansia
  3. 4 penyandang disabilitas
  4. 557 pengungsi

Tragisnya, satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik saat membersihkan rumah pascabanjir. Korban tersebut adalah Siti Nurfadila (55) yang menjadi korban di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, pada Kamis (12/2) malam.

Kerusakan infrastruktur akibat banjir juga cukup parah, meliputi:

  • 11 rumah rusak ringan
  • 3 jembatan ambruk
  • 1 pondok pesantren terendam
  • 1 masjid ambruk
  • 1 balai desa terendam
  • 1 TK dan SD terendam
  • 1 Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) terendam
  • 12 speedboat terbawa arus banjir

Penanganan dan Peringatan Cuaca Ekstrem

Selama banjir menerjang, sebanyak 557 warga sempat mengungsi ke beberapa lokasi aman. "Saat banjir menerjang, warga juga sempat mengungsi, yakni mencapai 557 jiwa yang tersebar di beberapa lokasi, namun hari ini semua warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumahnya pascabanjir," jelas Edi.

BPBD Jember bersama dengan perangkat daerah terkait telah melakukan penanganan banjir dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak di 10 kecamatan tersebut. Namun, Edi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan bahwa cuaca ekstrem di wilayah Jember diperkirakan akan berlanjut hingga 20 Februari 2026. Hal ini menuntut kesiapsiagaan lebih tinggi dari semua pihak untuk mengantisipasi potensi bencana serupa di masa mendatang.