Wamen HAM: Kasus Bunuh Diri Anak SD di NTT Alarm bagi Negara
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyatakan bahwa kasus anak Sekolah Dasar (SD) di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga gantung diri karena kesulitan ekonomi merupakan alarm bagi negara. Dalam pernyataan tertulisnya, Mugiyanto menegaskan bahwa kejadian tragis ini harus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk hadir di semua tingkatan, hingga ke pelosok desa dan bahkan ke tingkat keluarga.
Panggilan Bangun bagi Pemerintah
"Ini adalah wake up call bagi pemerintah dan negara untuk lebih hadir di rumah-rumah setiap warga negara. Hadir untuk memastikan hak atas hidup yang layak terpenuhi, hak atas pendidikan terpenuhi, serta hak atas kesehatan, perumahan, dan pekerjaan," tutur Mugiyanto pada Jumat (6/2/2026), seperti dikutip dari Antaranews, Senin (9/2/2026).
Kasus ini melibatkan seorang anak berinisial YBR (10 tahun) yang diduga melakukan bunuh diri karena tekanan ekonomi yang berat. Mugiyanto mengungkapkan bahwa kejadian tersebut sangat memprihatinkan dan menusuk nurani bangsa, mengingat anak tersebut masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.
Pentingnya Kehadiran Negara di Tingkat Akar Rumput
Mugiyanto menekankan bahwa pemerintah harus memperkuat kehadirannya di daerah-daerah terpencil dan keluarga-keluarga yang rentan. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Beberapa poin kunci yang disoroti meliputi:
- Pemenuhan hak dasar: Negara wajib menjamin hak atas hidup, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan pekerjaan bagi seluruh warga.
- Intervensi di tingkat keluarga: Dukungan harus diberikan langsung kepada keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi.
- Penguatan sistem sosial: Diperlukan kebijakan yang lebih efektif untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di daerah pelosok.
Kasus ini juga menjadi bukti kegagalan struktural negara dalam melindungi hak-hak anak, sebagaimana disampaikan oleh sejumlah ahli sebelumnya. Mugiyanto berharap tragedi ini dapat mendorong langkah-langkah konkret dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang sering terabaikan.