Kebakaran Gudang Pestisida Picu Krisis Air Bersih di Tangerang Raya
Insiden kebakaran gudang penyimpanan pestisida di kawasan Pergudangan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menimbulkan dampak lingkungan yang serius dan meluas. Ceceran bahan kimia berbahaya tidak hanya mencemari Kali Jalantreng, tetapi juga mengalir ke Sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku utama bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota dan Kabupaten Tangerang.
Pasokan Air Bersih Terhenti untuk Ratusan Ribu Rumah
Akibat pencemaran tersebut, Perumda Tirta Benteng sebagai pengelola PDAM terpaksa menghentikan sementara operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) mereka. Dody Efendi, Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, menjelaskan bahwa air baku Sungai Cisadane menunjukkan indikasi tercemar limbah kimia berbahaya dengan ciri-ciri bau menyengat, permukaan air berminyak, serta ditemukannya ikan-ikan yang mati mendadak.
"Kondisi ini memaksa kami untuk menghentikan seluruh operasi IPA guna mencegah distribusi air tercemar kepada masyarakat," tegas Dody dalam keterangan tertulisnya pada Selasa, 10 Februari 2026. Ratusan ribu rumah tangga di wilayah Tangerang Raya kini mengalami gangguan pasokan air bersih, dengan banyak warga melaporkan aroma tidak sedap dari air keran mereka.
Respons Cepat Pemprov DKI Atas Jalan Berlubang yang Mematikan
Sementara itu di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah tegas menyusul insiden kecelakaan fatal yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur pada Senin, 9 Februari 2025. Kecelakaan tersebut disebabkan oleh kondisi jalan yang berlubang.
Penutupan Temporer Seluruh Jalan Berlubang
Meskipun curah hujan di Jakarta masih cukup tinggi sehingga menyulitkan perbaikan permanen, Pramono Anung telah memerintahkan Dinas Bina Marga untuk segera menutup semua jalan berlubang di seluruh wilayah ibu kota. Tindakan ini bersifat sementara sebagai langkah antisipatif mencegah terulangnya kejadian serupa.
"Saya telah memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga untuk menutup semua jalan-jalan yang berlubang, walaupun bersifat temporer," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta. Perbaikan permanen akan dilaksanakan setelah kondisi cuaca stabil dan memungkinkan pekerjaan konstruksi berjalan optimal.
Kejagung Ungkap Modus Manipulasi Ekspor CPO Senilai Triliunan Rupiah
Berita penting lainnya datang dari Kejaksaan Agung (Kejagung) yang berhasil mengungkap modus operandi manipulasi ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya Palm Oil Mill Effluent (POME) selama periode 2022-2024. Kasus ini melibatkan 11 tersangka dengan kerugian negara yang ditaksir mencapai angka fantastis.
Langkah Pengendalian Ekspor CPO 2020-2024
Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan bahwa pemerintah telah memberlakukan kebijakan pembatasan dan pengendalian ekspor CPO sejak tahun 2020 hingga 2024. Kebijakan ini bertujuan menjaga ketersediaan minyak goreng dalam negeri serta stabilitas harga bagi masyarakat.
"Kebijakan tersebut dilaksanakan melalui mekanisme Domestic Market Obligation (DMO), persyaratan Persetujuan Ekspor, serta pengenaan Bea Keluar dan Pungutan Sawit (Levy)," jelas Syarief. Dalam regulasi tersebut, CPO ditetapkan sebagai komoditas strategis nasional kepabeanan yang diklasifikasikan dalam HS Code 1511 tanpa pembedaan berdasarkan kadar asam (Free Fatty Acid/FFA).
Modus yang dilakukan para tersangka diduga telah menyebabkan kerugian negara mencapai sekitar Rp14 triliun, menyalahi aturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk melindungi kepentingan nasional di sektor kelapa sawit.