Anak Palestina Tewas Akibat Menginjak Ranjau di Kamp Militer Israel di Tepi Barat
Seorang anak Palestina berusia 13 tahun meninggal dunia setelah menginjak ranjau di dekat kamp militer Israel di Tepi Barat yang diduduki. Insiden tragis ini dilaporkan oleh Bulan Sabit Merah Palestina dan dikonfirmasi oleh sumber Kementerian Pertahanan Israel, menyoroti bahaya yang terus mengancam di wilayah konflik tersebut.
Korban Ditemukan di Kamp Lama Jiftlik
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tim mereka menerima jenazah anak laki-laki tersebut di kamp lama Jiftlik, yang terletak di Lembah Yordania utara. Anak itu teridentifikasi sebagai Mohammed Abu Dalah, berasal dari desa Jiftlik. Sumber dari COGAT, badan kementerian pertahanan Israel yang menangani urusan sipil di wilayah Palestina, juga mengkonfirmasi kematian ini kepada AFP.
Militer Israel sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa tiga warga Palestina terluka karena "bermain dengan amunisi yang belum meledak", tanpa menyebutkan usia mereka. Namun, insiden kematian anak ini terjadi di area Tirzah, sebuah kamp militer di wilayah Lembah Yordania yang dekat dengan desa Jiftlik dan perbatasan Yordania.
Zona Larangan yang Dipenuhi Ranjau
Militer Israel menegaskan bahwa area Tirzah adalah zona tembak langsung dan dilarang untuk dimasuki. Wilayah ini, bersama desa Jiftlik dan pangkalan Tirzah, berada di Area C Tepi Barat, yang berada di bawah kendali langsung Israel sejak pendudukan tahun 1967. Sebagian besar area di sekitar perbatasan dengan Yordania masih dipenuhi ranjau, meskipun Israel dan Yordania telah menandatangani perjanjian damai pada tahun 1994.
Pada bulan Januari, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan telah memulai pembersihan ranjau di area perbatasan sebagai bagian dari pekerjaan konstruksi untuk penghalang baru. Pemerintah Israel mengklaim bahwa penghalang ini bertujuan untuk membendung penyelundupan senjata, namun langkah ini juga menyoroti risiko yang ditimbulkan oleh ranjau-ranjau yang tersisa dari konflik berkepanjangan.
Konteks Pendudukan dan Bahaya yang Berlanjut
Insiden ini mengingatkan kembali pada situasi berbahaya di Tepi Barat, di mana ranjau dan amunisi yang belum meledak terus mengancam keselamatan warga, terutama anak-anak. Pendudukan Israel sejak 1967 telah menciptakan lingkungan yang penuh risiko, dengan banyak zona larangan yang tidak aman bagi penduduk setempat.
Kematian Mohammed Abu Dalah menambah daftar korban konflik Israel-Palestina, menekankan perlunya upaya lebih lanjut untuk membersihkan ranjau dan memastikan keamanan warga sipil. Meskipun ada upaya pembersihan yang diumumkan, insiden seperti ini menunjukkan bahwa bahaya masih sangat nyata dan memerlukan perhatian mendesak dari pihak berwenang.