Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat dan angin kencang yang diprediksi masih akan terjadi dalam sepekan ke depan, hingga 10 Agustus 2026. Peringatan ini dikeluarkan meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki puncak musim kemarau.
El Nino Kuat Masih Berlangsung
Dalam keterangan resminya, BMKG menjelaskan bahwa kondisi iklim global masih mendukung berlanjutnya cuaca kering di Indonesia. Indeks Nino 3.4 dasarian tercatat sebesar +2,45, sementara Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka -29,2. Kedua indikator tersebut menunjukkan bahwa fenomena El Nino kuat masih berlangsung dan bahkan berpotensi mengalami penguatan.
"Perkembangan iklim global masih menunjukkan kondisi yang mendukung berlanjutnya cuaca kering di Indonesia," demikian pernyataan resmi BMKG yang dikutip dari laman resminya.
Wilayah yang Perlu Waspada
Meskipun secara umum cuaca cenderung kering, BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan lebat masih bisa terjadi di beberapa wilayah. Fenomena ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer lokal yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. Kondisi ini berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama di daerah yang memiliki topografi rawan.
Dampak dan Imbauan
BMKG juga mengingatkan bahwa angin kencang dapat berdampak pada aktivitas pelayaran dan penerbangan. Nelayan dan operator transportasi laut diminta untuk memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut. Demikian pula bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras mengguyur.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, sebelumnya telah menyampaikan bahwa Indonesia perlu bersiap menghadapi dampak El Nino yang dapat memicu kekeringan berkepanjangan di sejumlah wilayah. Namun, ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.
Untuk informasi lebih lanjut, BMKG terus memperbarui data cuaca melalui kanal resmi dan aplikasi Info BMKG. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.



