Warga Lansia Indonesia Ditemukan Tinggal di Rumah Sampah di Johor Bahru
Lansia WNI Tinggal di Rumah Sampah di Johor Bahru

Warga Lansia Indonesia Ditemukan Tinggal di Rumah Sampah di Johor Bahru

Seorang perempuan lansia warga negara Indonesia (WNI) berusia 62 tahun ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, tinggal di sebuah tempat tinggal yang terbuat dari tumpukan sampah di kawasan semak belukar di Jalan Kempas Baru, dekat Taman Setia Tropika, Johor Bahru, Malaysia. Kejadian ini mengungkapkan sisi kelam kehidupan seorang warga Indonesia di negeri jiran.

Kondisi Memprihatinkan di Tengah Tumpukan Sampah

Perempuan tersebut dilaporkan telah menghuni lokasi tersebut selama sekitar dua pekan terakhir sebelum akhirnya diselamatkan oleh Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) Johor Bahru pada Selasa (10/2/2026) sore. Petugas dari Unit Penegakan Kantor Kebajikan Masyarakat Daerah (PKMD) Johor Bahru mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat setempat yang prihatin dengan keadaannya.

Ketika tiba di tempat kejadian, petugas mendapati perempuan lansia itu berada di antara tumpukan sampah di tepi kawasan semak. Kondisinya sangat memprihatinkan, dengan tempat tinggalnya yang lebih menyerupai gubuk dari limbah daripada rumah layak huni. Lokasi tersebut terletak di area yang terpencil dan tidak layak untuk dihuni, terutama oleh seseorang yang sudah berusia lanjut.

Proses Penyelamatan oleh Petugas Kebajikan

Juru bicara JKM menyampaikan bahwa tim mereka segera bertindak setelah menerima laporan. Proses penyelamatan dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan perempuan tersebut. Petugas membawanya ke fasilitas yang lebih aman untuk mendapatkan perawatan dan bantuan yang diperlukan.

Insiden ini menyoroti pentingnya sistem dukungan sosial bagi warga lansia, terutama mereka yang berada di luar negeri. Kasus ini juga mengingatkan akan kerentanan kelompok usia lanjut dalam situasi hidup yang tidak stabil, tanpa akses ke layanan dasar seperti tempat tinggal yang layak dan perawatan kesehatan.

Pihak berwenang Malaysia kini sedang menyelidiki latar belakang perempuan tersebut, termasuk bagaimana ia bisa berada dalam kondisi seperti itu dan apakah ada keluarga atau jaringan dukungan yang dapat dihubungi. Upaya lebih lanjut dilakukan untuk memastikan ia mendapatkan rehabilitasi dan bantuan jangka panjang yang sesuai.