Kapolri Tegaskan Komitmen Polri Sebagai Civilian Police dengan Ketegasan Terukur
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan komitmennya untuk membangun Polri sebagai institusi civilian police yang mengedepankan pendekatan sipil dan pelayanan optimal kepada masyarakat. Pernyataan penting ini disampaikan dalam pembukaan retret Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) di Satlat Brimob, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (12/2/2026).
Sinergi dengan Kokam dalam Menjaga Stabilitas
Dalam kesempatan tersebut, Sigit mengajak Kokam untuk bersinergi mengawal program-program prioritas pemerintah. Dia mengawali pidatonya dengan mengingatkan pentingnya kekompakan dan kerja sama seluruh komponen bangsa.
"Bapak Presiden sering menyampaikan kita adalah bangsa yang sangat besar, apa pun perbedaan kita sekarang kita harus bekerja sama, kita harus kompak dan kita harus bahu-membahu. Dan ini dibuktikan pada saat Kokam membersamai Polri dalam menjaga stabilitas Kamtibmas beberapa waktu yang lalu," ungkap Sigit dengan penuh semangat.
Konsep Civilian Police dengan Pendekatan Beradab
Sigit kemudian menjelaskan visinya untuk menjadikan Polri sebagai polisi yang beradab tanpa kesewenang-wenangan. Dia menekankan bahwa Polri harus menjadi institusi yang melayani dengan pendekatan sipil yang humanis.
"Kita tentu ingin menjadi civilian police, namun juga kita memiliki ketegasan pada saat kita harus menghadapi tantangan terhadap bahaya yang berdampak pada keteraturan sosial terhadap peradaban," tegas Kapolri dalam forum tersebut.
Ketegasan yang Proporsional dan Terukur
Meski mengedepankan pendekatan sipil, Sigit menegaskan bahwa Polri tetap harus menunjukkan ketegasan ketika menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. Namun, ketegasan ini harus dilakukan secara terukur dan proporsional.
Kapolri menjelaskan bahwa doktrin utama Polri adalah to serve and protect, yang berarti melayani sekaligus melindungi masyarakat. Doktrin ini harus ditanamkan secara mendalam kepada seluruh jajaran Polri.
"Maka Polri juga harus bisa tegas namun terukur. Karena doktrin kita adalah to serve and protect, jadi kita melindungi dan melayani. Jadi itu yang tentunya terus kita tanamkan," jelas Sigit dengan penekanan khusus.
Implementasi dalam Praktik Kepolisian
Pernyataan Kapolri ini menunjukkan arah transformasi Polri menuju institusi yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat sambil tetap menjaga kewibawaan institusi. Beberapa poin penting yang dapat disimpulkan dari pernyataan tersebut antara lain:
- Polri mengedepankan pendekatan sipil dalam pelayanan sehari-hari
- Ketegasan hanya diterapkan pada situasi yang mengancam ketertiban umum
- Setiap tindakan tegas harus proporsional dan terukur
- Sinergi dengan organisasi masyarakat seperti Kokam terus diperkuat
- Doktrin melayani dan melindungi menjadi landasan utama
Retret Kokam yang dihadiri Kapolri ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara Polri dengan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Dengan pendekatan civilian police yang diimbangi ketegasan terukur, Polri berkomitmen menjadi institusi yang lebih dekat dengan masyarakat tanpa mengabaikan tugas pokoknya dalam penegakan hukum.