Wakil Ketua Komisi XII DPR Dorong Hilirisasi Nikel untuk Industri Baterai di Indonesia
DPR Dorong Hilirisasi Nikel untuk Industri Baterai

Wakil Ketua Komisi XII DPR Dorong Hilirisasi Nikel untuk Industri Baterai di Indonesia

Jakarta - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, secara tegas mendorong percepatan hilirisasi nikel hingga ke industri baterai di Tanah Air. Dorongan ini merupakan respons atas cadangan nikel Indonesia yang sangat melimpah, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi dan mendukung transisi energi bersih.

Cadangan Nikel Terbesar Dunia

Dalam wawancara eksklusif dengan detikcom, Kamis (12/2/2026), Putri menekankan pentingnya hilirisasi energi, dengan menyoroti bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. "Hilirisasi energi tentu sangat penting. Indonesia memiliki reserve nikel terbesar di dunia, sekitar 5,3 hingga 5,9 miliar ton, yang mencakup lebih dari 50 persen dari cadangan global. Namun, jika hanya diekspor dalam bentuk mentah, nilai ekonominya akan jauh lebih kecil," ujarnya.

Program Prioritas Pemerintah

Sebagai Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri menyatakan bahwa hilirisasi di bidang nikel telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Ia menghubungkan ini dengan tren global menuju energi bersih, termasuk penggunaan mobil listrik yang semakin populer di Indonesia. "Ini relevan dengan masa transisi energi bersih kita. Salah satunya adalah tren penggunaan mobil listrik, yang kini semakin berkembang," tambahnya.

Tren Mobil Listrik dan Proyek Baterai

Putri mengungkapkan data nasional yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam penjualan mobil listrik. "Pada tahun 2025 saja, penjualan mobil listrik naik 113 persen, dengan pangsa pasar nasional sekitar 11 hingga 12 persen," jelasnya. Ia berharap tren ini dapat terus dijaga dan didukung dengan infrastruktur yang memadai.

Lebih lanjut, ia membahas rencana pemerintah untuk membangun fasilitas produksi baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. "Proyek ini akan mencakup keseluruhan rantai pasok, dari hulu hingga hilir. Salah satu produk utamanya adalah baterai untuk mobil listrik," tutur Putri.

Target Ekspor dan Nilai Ekonomi

Putri menegaskan bahwa hilirisasi nikel tidak hanya bertujuan untuk menambah nilai ekonomi domestik, tetapi juga untuk memposisikan Indonesia sebagai produsen utama di pasar lokal dan regional. "Harapannya, Indonesia bisa menjadi produsen untuk pangsa pasar lokal dan, ke depannya, menjadi eksportir, misalnya untuk pasar Asia Tenggara," imbuhnya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian Indonesia dan mendukung keberlanjutan energi di masa depan.