Perumdam TKR Tegaskan Air Cisadane Aman Konsumsi Meski Ada Indikasi Pencemaran Pestisida
Air Cisadane Aman Konsumsi Meski Ada Pencemaran Pestisida

Perumdam TKR Pastikan Air Cisadane Tetap Aman Meski Ada Indikasi Pencemaran Pestisida

Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang, Banten, menegaskan bahwa kualitas air olahan yang bersumber dari Sungai Cisadane tetap aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat. Pernyataan ini disampaikan meskipun terdapat indikasi pencemaran zat kimia pestisida di aliran sungai tersebut, yang diduga berasal dari kebakaran gudang bahan kimia di wilayah Kota Tangerang Selatan.

Hasil Pengujian Laboratorium Konfirmasi Kesesuaian Standar

Direktur Utama Perumdam TKR Kabupaten Tangerang, Sofyan Sapar, menjelaskan bahwa hasil pengujian laboratorium menunjukkan air yang diolah masih memenuhi semua ketentuan yang berlaku. Air tersebut dinyatakan aman untuk didistribusikan kepada pelanggan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2021 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

"Setiap air yang diolah telah melalui berbagai macam proses panjang dan tahap quality control," ujar Sofyan, seperti dilansir dari Antara pada Rabu, 11 Februari 2026. "Kami juga selalu melakukan pengujian kualitas air di laboratorium Perumdam TKR yang sudah mengimplementasikan ISO 17025:2017 dan telah terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional) Nomor LP-763-IDN."

Ia menambahkan bahwa meskipun ada indikasi pencemaran pestisida di Sungai Cisadane, kondisi ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap kualitas air yang disalurkan. Hal ini karena air baku telah melalui proses pengolahan yang aman dan terkontrol secara ketat sebelum akhirnya didistribusikan ke masyarakat.

Proses Pengolahan Efektif Tangani Dampak Pencemaran

Sofyan menekankan bahwa air baku tidak langsung dialirkan ke konsumen tanpa melalui tahapan pengolahan yang memadai. Air tersebut akan melalui serangkaian proses pengolahan dan pengujian kualitas untuk memastikan bahwa air yang diterima pelanggan tetap layak sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan.

Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, Perumdam TKR juga melakukan pemantauan rutin ke sumber air baku dan melakukan pengurasan di beberapa titik pengolahan. Langkah-langkah ini diambil untuk menjamin stabilitas dan kualitas pendistribusian air, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan keamanan air bersih yang mereka gunakan sehari-hari.

Dampak Kebakaran Gudang Pestisida di Lingkungan Sekitar

Kebakaran yang menghanguskan satu gudang bahan kimia pestisida di Taman Tekno, Blok K3, Nomor 37 Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten, telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan sekitar. Insiden tersebut menyebabkan aliran kali di dekat lokasi kejadian tercemar, dengan tanda-tanda seperti perubahan warna air menjadi putih, munculnya bau menyengat, serta kematian ikan akibat terpapar zat kimia berbahaya.

Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (P3L) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Hadiman, mengonfirmasi bahwa sumber pencemaran berasal dari cairan kimia akibat kebakaran gudang pestisida yang mengalir ke bantaran kali. "Ya, dari cairan kimia di lokasi kebakaran gudang pestisida," jelas Hadiman. Cairan kimia tersebut terbawa arus hingga mencemari anak kali di sekitarnya, mengakibatkan kerusakan ekosistem perairan.

Meskipun demikian, Perumdam TKR memastikan bahwa sistem penyediaan air bersih masih berjalan normal dan tidak terdampak langsung oleh pencemaran yang terjadi di aliran kali sekitar lokasi kebakaran. Dengan demikian, kualitas air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat tetap terjamin keamanannya.