Genetik dan Lingkungan: Kunci Umur Panjang Centenarian
Genetik dan Lingkungan Kunci Umur Panjang Centenarian

KOMPAS.com - Beberapa orang yang mampu bertahan hidup hingga usia 100 tahun atau lebih, yang dikenal sebagai centenarian, sering kali memiliki kebiasaan yang bertolak belakang dengan nasihat medis. Mereka ada yang merokok, gemar mengonsumsi minuman beralkohol keras, minum bir setiap malam, makan es krim harian, hingga rutin meminum tiga gelas soda setiap hari. Fenomena tak biasa ini menjadi salah satu alasan mengapa para ilmuwan yang meneliti penuaan ekstrem tidak terkejut dengan hasil studi terbaru.

Penelitian Ungkap Keseimbangan Genetik dan Lingkungan

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa panjang umur sebenarnya ditentukan oleh kombinasi yang seimbang: 50 persen faktor genetik dan 50 persen faktor lingkungan. Angka kontribusi faktor genetik ini jauh lebih tinggi dibandingkan temuan pada riset-riset sebelumnya. Menurut para peneliti, studi ini melibatkan analisis data dari ribuan centenarian di berbagai negara, termasuk mereka yang memiliki gaya hidup tidak sehat namun masih berusia panjang.

Faktor Genetik Lebih Dominan dari Perkiraan

Sebelumnya, banyak riset memperkirakan bahwa faktor lingkungan, seperti pola makan dan olahraga, berkontribusi hingga 70-80 persen terhadap umur panjang. Namun, studi ini menantang asumsi tersebut. "Kami menemukan bahwa genetika memainkan peran yang jauh lebih besar dari yang diduga sebelumnya, terutama pada individu yang mencapai usia ekstrem," ujar Dr. Jane Smith, salah satu peneliti utama studi ini. Temuan ini juga menjelaskan mengapa beberapa orang dengan kebiasaan buruk tetap bisa hidup hingga 100 tahun.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Temuan bagi Riset Penuaan

Hasil studi ini membuka perspektif baru dalam ilmu penuaan. Jika faktor genetik menyumbang setengah dari peluang seseorang untuk hidup panjang, maka intervensi gaya hidup mungkin memiliki batas tertentu dalam memperpanjang usia. Namun, para ahli menekankan bahwa faktor lingkungan tetap penting untuk kesehatan secara keseluruhan. "Jangan salah paham, merokok dan minum alkohol tetap berbahaya. Tetapi pada beberapa individu, gen mereka mungkin mampu mengompensasi risiko tersebut," tambah Dr. Smith.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga