Kanker Usus Besar Sering Tanpa Gejala Awal
Kanker usus besar atau kanker kolorektal dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Risiko penyakit ini dipengaruhi oleh sejumlah kebiasaan sehari-hari, mulai dari kurang bergerak hingga menunda pemeriksaan ketika muncul gangguan pencernaan.
Direktur Medis Onkologi Gastrointestinal di City of Hope’s Orange County Lennar Foundation Cancer Center, Pashtoon Kasi, menekankan pentingnya skrining dini. "Penting untuk diingat bahwa seringkali kanker kolorektal tidak memiliki gejala, itulah sebabnya melakukan skrining dini dan teratur seperti yang direkomendasikan dokter Anda sangat penting," kata Kasi, dikutip dari Antara, Jumat (24/7/2026).
Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko
Beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal antara lain kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi lemak dan rendah serat, konsumsi alkohol berlebihan, merokok, serta obesitas. Menunda pemeriksaan ketika mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare berkepanjangan juga dapat memperlambat deteksi dini.
Menurut data, kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum di dunia. Deteksi dini melalui skrining seperti kolonoskopi dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
Pentingnya Skrining Rutin
Kasi menambahkan bahwa skrining rutin sangat dianjurkan, terutama bagi individu berusia di atas 50 tahun atau mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker kolorektal. "Skrining dini dapat menemukan polip sebelum berkembang menjadi kanker, sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih awal," jelasnya.
Gaya hidup sehat seperti berolahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan mengonsumsi makanan berserat tinggi dapat membantu menurunkan risiko. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting untuk mendeteksi kelainan sejak dini.



