Peringatan Pakar: Minum Teh Saat Sahur dan Buka Puasa Tak Dianjurkan
Peringatan Pakar: Teh Saat Sahur dan Buka Puasa Tak Dianjurkan

Teh hangat dan es teh manis seringkali menjadi minuman yang paling dicari saat waktu sahur dan berbuka puasa tiba di bulan Ramadhan. Rasa manis dan kesegaran yang ditawarkan memang terasa sangat nikmat setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga. Tidak mengherankan jika segelas es teh kerap menjadi pilihan utama untuk melepas dahaga begitu adzan Maghrib berkumandang.

Kebiasaan yang Sudah Mengakar

Selain es teh, teh hangat juga banyak dikonsumsi pada saat sahur. Banyak orang percaya bahwa minuman ini dapat membantu menghangatkan tubuh dan memberikan rasa nyaman sebelum memulai puasa sepanjang hari. Kebiasaan ini telah mengakar kuat dalam tradisi masyarakat selama bulan suci.

Peringatan dari Ahli Kesehatan

Namun, di balik kenikmatan tersebut, para pakar kesehatan justru memberikan peringatan serius. Mereka tidak menganjurkan konsumsi teh, baik hangat maupun dingin, pada saat sahur maupun berbuka puasa. Terutama jika minuman ini dikonsumsi setiap hari dalam jumlah yang berlebihan.

Para ahli menjelaskan bahwa teh mengandung senyawa tertentu yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi penting dari makanan. Hal ini bisa berdampak negatif pada tubuh yang sedang membutuhkan asupan gizi optimal setelah berpuasa. Selain itu, konsumsi teh berlebihan juga berpotensi menyebabkan dehidrasi dan masalah pencernaan.

Oleh karena itu, meskipun teh tetap menjadi minuman favorit, disarankan untuk membatasi konsumsinya selama bulan Ramadhan. Alternatif minuman yang lebih sehat seperti air putih, jus buah alami, atau susu bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan selama berpuasa.