Pelayanan kesehatan tidak hanya bisa dijangkau melalui layanan di darat, tetapi juga dapat diakses melalui perjalanan laut. Hal ini dibuktikan oleh Annita Viesta Nirmala Dewi, S.Tr.Keb., MPH, alumnus Program Studi Kebidanan, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Ia berlayar selama belasan hingga puluhan jam bersama Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga untuk memberikan layanan kesehatan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Misi Kesehatan di Pulau-Pulau Terpencil
Berangkat dari Pelabuhan Kalimas, Surabaya, Annita mengikuti misi bertajuk “Deteksi Dini dan Upaya Promotif, Preventif, dan Kuratif Menuju Pulau Sehat, Produktif, dan Bahagia”. Misi ini dilaksanakan sejak 12 hingga 25 Juli 2026. Selama periode tersebut, tim pelayanan kesehatan menyasar beberapa pulau di sekitar Madura, Jawa Timur, yaitu Bluto, Pulau Raas, Pulau Karamian, dan Pulau Masalembu.
Pengalaman Berharga bagi Tenaga Kesehatan
Bagi Annita, pengalaman ini merupakan kesempatan berharga untuk mengaplikasikan ilmu kebidanan yang diperoleh di bangku kuliah. Ia harus beradaptasi dengan kondisi geografis yang menantang, termasuk gelombang laut dan keterbatasan fasilitas di pulau-pulau terpencil. Meski demikian, semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat 3T tidak pernah surut.
Dampak Positif bagi Masyarakat Pulau
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di pulau-pulau yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan. Dengan adanya deteksi dini dan upaya promotif, preventif, serta kuratif, masyarakat setempat dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat dan tepat. Kehadiran tenaga kesehatan seperti Annita menjadi bukti nyata bahwa profesi kebidanan memiliki peran penting dalam pemerataan akses kesehatan di Indonesia.
Keterlibatan alumni UNS dalam misi kemanusiaan ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan lainnya untuk turut berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Semoga semakin banyak tenaga kesehatan yang tergerak untuk mengabdi di wilayah 3T, sehingga cita-cita Indonesia sehat dapat terwujud secara merata.



