Panduan Puasa Ramadhan untuk Penderita Diabetes dari Dokter Spesialis
Puasa Ramadhan untuk Penderita Diabetes: Panduan Dokter

Puasa Ramadhan merupakan salah satu kewajiban utama dalam agama Islam bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Ibadah ini dilaksanakan dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa, dimulai sejak terbitnya fajar pada waktu imsak hingga terbenamnya Matahari atau masuknya waktu Maghrib.

Peringatan Penting bagi Penderita Diabetes

Dalam konteks kesehatan, khususnya bagi penderita diabetes, berpuasa di bulan Ramadhan memerlukan perhatian ekstra. Dokter spesialis penyakit dalam, Andi Khomeini Takdir Haruni, memberikan panduan khusus untuk kelompok ini. Menurutnya, ada beberapa hal krusial yang harus diperhatikan agar puasa dapat berjalan dengan aman tanpa mengorbankan kondisi kesehatan.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Andi menekankan bahwa penderita diabetes perlu sangat waspada terhadap tanda-tanda tertentu yang mungkin muncul selama menjalankan puasa. "Ketika mereka (penderita diabetes) berpuasa dan di tengah-tengah puasanya mengalami gejala seperti pusing, keringat dingin, hingga pandangan kabur, maka sebaiknya puasa tidak dilanjutkan," jelas Andi dalam keterangannya pada Rabu, 18 Februari 2026.

Gejala-gejala tersebut dapat mengindikasikan kondisi hipoglikemia atau kadar gula darah yang terlalu rendah, yang berisiko tinggi bagi kesehatan jika diabaikan. Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk memantau kondisi tubuh secara berkala dan tidak memaksakan diri jika gejala tersebut muncul.

Langkah-Langkah Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya komplikasi, Andi menyarankan agar penderita diabetes melakukan konsultasi dengan dokter sebelum memulai puasa Ramadhan. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan pola makan, pengobatan, dan aktivitas fisik selama bulan suci. Selain itu, menjaga asupan nutrisi yang seimbang saat sahur dan berbuka puasa juga menjadi kunci penting dalam menunjang kesehatan selama berpuasa.

Dengan memperhatikan panduan ini, diharapkan penderita diabetes dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lebih nyaman dan aman, tanpa mengabaikan aspek kesehatan yang vital bagi tubuh mereka.