Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen Purn Prihati Pujowaskito sebagai Dirut BPJS Kesehatan 2026-2031
Prabowo Tunjuk Prihati Pujowaskito sebagai Dirut BPJS Kesehatan

Presiden Prabowo Tunjuk Mayjen Purn Prihati Pujowaskito sebagai Dirut BPJS Kesehatan 2026-2031

Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan untuk masa jabatan 2026 hingga 2031. Pengangkatan ini menandai pergantian kepemimpinan di lembaga penyelenggara jaminan sosial kesehatan nasional tersebut.

Pergantian Pimpinan di BPJS Kesehatan

Prihati Pujowaskito resmi menggantikan Ali Ghufron Mukti yang telah memimpin BPJS Kesehatan sejak 22 Februari 2021. Pergantian ini diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas serta Keanggotaan Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menjelaskan bahwa penetapan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pernyataan ini dikutip dari Antara pada Kamis, 19 Februari 2026.

Misi Penguatan Program JKN

Penunjukan Prihati Pujowaskito diharapkan dapat membawa angin segar dalam pengelolaan BPJS Kesehatan, terutama dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas Program JKN. Sebagai mantan perwira tinggi TNI, Prihati membawa pengalaman dalam manajemen dan kepemimpinan yang dianggap relevan dengan tantangan pengelolaan sistem jaminan kesehatan skala nasional.

Ali Ghufron Mukti, yang kini digantikan, telah memimpin BPJS Kesehatan selama lima tahun dengan berbagai pencapaian dan tantangan, termasuk dalam menghadapi fluktuasi peserta dan klaim kesehatan. Masa jabatan Prihati akan berlangsung selama lima tahun ke depan, dengan fokus pada optimalisasi layanan dan keuangan BPJS Kesehatan.

Pengangkatan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan transparansi tata kelola lembaga strategis seperti BPJS Kesehatan, yang memainkan peran kunci dalam sistem kesehatan Indonesia. Diharapkan, kepemimpinan baru ini dapat meningkatkan akses dan kualitas layanan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.