Ruben Onsu Tak Mau Selalu Mengalah dan Minta Maaf, Singgung Senjata
Ruben Onsu Tak Mau Selalu Mengalah dan Minta Maaf
JAKARTA, KOMPAS.com – Presenter Ruben Onsu menegaskan bahwa dirinya tidak akan lagi mengikuti kebiasaan lama yang selalu mengalah dan meminta maaf. Sikap ini disampaikan dalam siaran langsung yang ia lakukan melalui TikTok. Ruben mengaku telah sampai pada titik jenuh karena permintaan maaf yang selama ini ia berikan justru dimanfaatkan sebagai alat oleh orang lain."Kalau ada yang ngomong, 'kenapa lo minta maaf?' Ya (suami) wajib untuk mengalah," kata Ruben dalam siaran live TikToknya, seperti dikutip Kompas.com.Akan tetapi, kesediaan untuk mengalah itu tidak lagi ia pertahankan dengan cara yang sama. Ruben justru menyadari bahwa maaf yang ia berikan telah menjadi senjata bagi pihak tertentu. Hal itu tampak dari pernyataannya yang tegas: "Ternyata maaf itu jadi senjata dia sekarang. Oh enggak bisa deh, enggak ah," ujar Ruben Onsu.

Titik Jenuh dan Kesadaran Baru

Pernyataan Ruben mencerminkan adanya titik jenuh dalam dirinya. Selama ini, pola yang ia jalani adalah selalu mengalah dan meminta maaf, terutama ketika ada pihak yang mempertanyakan sikapnya. Namun, Ruben kini melihat bahwa pola tersebut tidak sehat karena membuat pihak lain semakin leluasa memanfaatkannya. Dalam kalimat yang lugas, Ruben menutup kemungkinan untuk kembali ke kebiasaan lama.Ruben memang tidak menyebut secara detail siapa yang ia maksud dengan kata "dia" dalam pernyataannya. Ia juga tidak menjelaskan konteks kejadian yang membuatnya bersikap demikian. Namun, publik hanya mendengar penegasan bahwa ia tidak akan membiarkan maafnya disalahgunakan. "Oh enggak bisa deh, enggak ah" merupakan bentuk penolakan yang jelas terhadap pola lama yang pernah ia jalani.

Makna Permintaan Maaf yang Disalahgunakan

Fenomena yang disampaikan Ruben bukanlah hal yang asing dalam kehidupan sosial. Permintaan maaf yang seharusnya menjadi jalan keluar dari konflik justru dapat disalahgunakan sebagai alat untuk mengontrol. Ketika seseorang terbiasa mengalah, pihak lain bisa menganggap bahwa sikap itu adalah kelemahan. Ruben tampaknya ingin memutus rantai tersebut.Pilihan kata "suami" dalam pernyataan Ruben mengindikasikan bahwa ia berbicara dari pengalamannya sebagai seorang suami. Ia mengakui ada kewajiban untuk mengalah dalam perannya. Namun, ia juga menegaskan bahwa kewajiban itu bukan berarti harus menerima perlakuan yang tidak adil. Ruben tampak menuntut adanya respek dan keseimbangan dalam hubungan.

Perubahan Sikap di Depan Publik

Sebagai figur publik, Ruben Onsu tentu sadar bahwa pernyataannya akan menjadi perbincangan. Dengan menyampaikan hal ini secara terbuka melalui siaran langsung TikTok, Ruben menunjukkan keberanian untuk menampilkan sisi yang lebih tegas. Ini merupakan perubahan dari citranya yang selama ini identik dengan sikap sabar dan mudah memaafkan.Tidak hanya itu, pernyataan Ruben juga mengirimkan pesan bahwa kebaikan bukanlah alasan untuk dieksploitasi. Banyak penggemar kemudian menilai bahwa Ruben tengah belajar menempatkan dirinya pada posisi yang lebih dihargai. Namun, Ruben belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai langkah yang akan ia ambil setelah pernyataan tersebut.

Pelajaran dari Pernyataan Ruben Onsu

Ungkapan Ruben tentang maaf yang menjadi senjata sejatinya membuka ruang diskusi tentang batasan dalam berhubungan sosial. Orang yang sering mengalah bukan berarti lemah. Akan tetapi, jika sikap itu dimanfaatkan, maka perlu ada koreksi. Ruben tengah melakukan koreksi itu di depan publik.Hingga saat ini, potongan siaran langsung TikTok Ruben Onsu masih banyak dibagikan warganet. Sebagian besar mendukung keputusannya untuk berhenti menjadi pihak yang selalu meminta maaf. Sebagian lain menunggu kelanjutan cerita ini, terutama terkait sosok yang memicu kekesalan Ruben. Yang jelas, Ruben sudah menyampaikan sikapnya: ia tidak akan lagi membiarkan permintaan maafnya disalahgunakan sebagai senjata.