Gading Marten Bangga Gempi Tumbuh Manis dan Masih Suka Menempel
Gading Marten: Gempi Tumbuh Manis dan Masih Suka Menempel

Aktor Gading Marten mengungkapkan rasa bangganya terhadap putri tunggalnya, Gempita Nora Marten, yang akrab disapa Gempi. Di usianya yang kini menginjak 11 tahun, Gading menilai Gempi tumbuh menjadi anak yang sangat manis dan tidak menunjukkan sikap layaknya remaja pada umumnya.

Gempi Tetap Manis dan Dekat dengan Ayah

Menurut Gading, Gempi masih sering menempel dan tidak menunjukkan tanda-tanda menjauh darinya. "Kalau gue enggak (ngerasa anak menjauh), belum," ujar Gading dalam acara Taulany tv. Pernyataan ini menunjukkan bahwa hubungan ayah dan anak tersebut tetap erat meskipun Gempi mulai memasuki usia remaja.

Gading juga menyebut bahwa Gempi adalah anak yang manis dan penuh kasih sayang. Ia bersyukur karena putrinya tetap terbuka dan dekat dengannya. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Gading sebagai seorang ayah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Usia 11 Tahun, Masa Transisi yang Penting

Usia 11 tahun merupakan masa transisi dari anak-anak menuju remaja. Pada fase ini, banyak anak mulai menunjukkan kemandirian dan jarak dengan orang tua. Namun, Gading merasa bahwa Gempi belum menunjukkan perubahan tersebut. "Dia masih seperti anak kecil, masih suka peluk, masih suka cium," tambah Gading.

Gading mengaku bahwa ia selalu berusaha memberikan perhatian penuh kepada Gempi. Meskipun sibuk dengan pekerjaan, ia tetap meluangkan waktu untuk berkomunikasi dan bermain bersama putrinya. Menurutnya, kehadiran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak.

Harapan Gading untuk Gempi

Sebagai seorang ayah, Gading berharap Gempi dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik, mandiri, dan tetap rendah hati. Ia ingin Gempi selalu merasa nyaman untuk berbagi cerita dengannya, baik suka maupun duka. "Yang penting dia bahagia dan sehat, itu sudah cukup buat saya," pungkas Gading.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga