Keigo Higashino, Penulis Misteri The Devotion of Suspect X, Meninggal Dunia
Keigo Higashino Meninggal Dunia di Usia 68

Keigo Higashino, salah satu penulis novel misteri paling berpengaruh asal Jepang, dikabarkan meninggal dunia pada 23 Juli 2026 di usia 68 tahun akibat kanker usus besar. Kabar duka ini disampaikan oleh pihak keluarga melalui pernyataan resmi yang dirilis di Jepang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi jutaan penggemar di seluruh dunia yang telah terpesona oleh karya-karyanya yang penuh teka-teki dan kejutan.

Perjalanan Karir dan Pengakuan Global

Keigo Higashino lahir pada 4 Februari 1958 di Osaka, Jepang. Awalnya ia bekerja sebagai insinyur mesin sebelum beralih menjadi penulis penuh waktu. Debutnya dimulai pada tahun 1985 dengan novel Hokago (After School) yang memenangkan Penghargaan Edogawa Rampo, sebuah penghargaan bergengsi untuk novel misteri di Jepang. Namun, popularitas internasionalnya melonjak setelah novel The Devotion of Suspect X diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 2011.

Novel tersebut, yang merupakan bagian dari seri detektif fisikawan Yukawa Manabu, mendapat pujian kritis dari berbagai kalangan. Banyak kritikus menyebut Higashino sebagai "Stieg Larsson berikutnya" karena kemampuannya memadukan elemen thriller psikologis dengan budaya Jepang yang khas. The Devotion of Suspect X juga diadaptasi menjadi film di Jepang, Korea Selatan, dan China, semakin memperluas jangkauan pengaruhnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Karya-Karya Populer Lainnya

Selain The Devotion of Suspect X, Higashino juga menulis sejumlah novel bestseller lainnya seperti Malice, Journey Under the Midnight Sun, Naoko, dan Salvation of a Saint. Karya-karyanya secara konsisten mengeksplorasi tema keadilan, moralitas, dan sisi gelap manusia. Novelnya Journey Under the Midnight Sun, misalnya, mengisahkan perjalanan panjang dua karakter yang terikat oleh sebuah tragedi masa kecil, dan telah diadaptasi menjadi serial televisi dan film.

Higashino juga terkenal dengan kemampuannya menciptakan plot yang rumit namun tetap logis. Ia sering menggunakan teknik "sudut pandang ganda" dan "twist akhir" yang membuat pembaca terus berpikir hingga halaman terakhir. Gaya penulisan yang detail dan penuh perhatian terhadap psikologi karakter menjadi ciri khas yang membuatnya berbeda dari penulis misteri lainnya.

Warisan dan Pengaruh

Kepergian Higashino meninggalkan warisan yang tak ternilai dalam dunia sastra misteri. Novel-novelnya telah diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa dan terjual jutaan kopi di seluruh dunia. Ia juga memenangkan berbagai penghargaan, termasuk Penghargaan Misteri Jepang dan Penghargaan Buku Televisi. Para penggemar dan sesama penulis memberikan penghormatan di media sosial, menyebutnya sebagai maestro sejati genre misteri.

Meskipun telah tiada, karya-karya Higashino akan terus hidup dan menginspirasi generasi baru penulis dan pembaca. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu penerjemahnya, "Keigo Higashino tidak hanya menulis misteri; ia menulis tentang kehidupan itu sendiri. Setiap novel adalah labirin emosi yang menggugah pikiran dan hati."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga