Warga Cilandak Terusik Kebisingan Lapangan Padel yang Berlangsung Seharian
Warga di Jalan Haji Nawi, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, mengungkapkan keluhan serius terkait kebisingan yang berasal dari lapangan padel di lingkungan mereka. Keluhan ini telah berlangsung sejak pembangunan fasilitas tersebut pada Oktober 2025, dengan suara bising yang terus terdengar setiap hari.
Dampak Langsung pada Kehidupan Sehari-hari
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa dua rumah tinggal berbatasan langsung dengan lapangan padel, hanya dipisahkan oleh benteng setinggi sekitar lima meter. Gedung lapangan padel sendiri menjulang lebih tinggi, dengan dinding atas yang hanya berupa atap kanopi dari baja ringan berongga, yang diduga memperparah penyebaran suara.
Naufal (27), salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan lapangan, mengungkapkan bahwa keluarganya telah berkali-kali melaporkan masalah ini melalui aplikasi JAKI. "Aku tuh tadinya November satu laporan, Desember satu laporan, Januari sama Februari itu seminggu tiga kali laporan aku lewat Jaki gitu," katanya. Namun, upaya tersebut dinilai tidak membuahkan hasil, meskipun telah dilakukan pertemuan dengan pengelola pada 31 Januari 2026.
Kebisingan dari Pagi hingga Larut Malam
Naufal menjelaskan bahwa kebisingan berasal dari suara teriakan pemain dan bola yang dipukul, yang sering terdengar dari jam 6 pagi hingga 12 malam. "Setelahnya mereka komit sampai jam 10, cuma ada beberapa kali kita ketemu jam 10 tuh masih ketawa-ketawa, masih main," ungkapnya, menambahkan bahwa meski ada komitmen untuk membatasi jam operasional, pelanggaran masih terjadi.
Dampaknya sangat terasa bagi warga, termasuk orang tua, anak-anak, dan bahkan nenek berusia 90 tahun. "Iya, semuanya yang tinggal di sini ngeluh. Nggak fokus salat, nggak fokus siap-siap, mau mandi saja nggak fokus lah gitu," kata Naufal. Kebisingan ini juga mengganggu aktivitas kerja dan menyebabkan stres serta kemarahan.
Masalah Kesehatan yang Muncul
Lebih lanjut, Naufal menyebutkan bahwa ibunya mengalami kenaikan tekanan darah hingga 200, yang baru terjadi belakangan ini. "Terutama ibu saya langsung kelihatan tensinya 200, itu kan nyata ya. Maksudnya itu bukan feeling gitu, beneran bisa diukur tensinya dia 200," jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebisingan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan fisik warga.
Keluhan ini menambah daftar masalah serupa yang telah dilaporkan sebelumnya, termasuk permintaan dari DPRD DKI untuk mengevaluasi jam operasional lapangan padel. Warga berharap adanya solusi konkret dari pihak berwenang untuk mengatasi gangguan yang telah berlangsung berbulan-bulan ini.