Telur Kutu Sudah Ada di Beras Sebelum Dibeli, Ini Penjelasan Ahli
Telur Kutu di Beras Sejak Sebelum Dibeli, Ini Kata Ahli

Banyak orang merasa heran ketika beras yang disimpan dalam wadah tertutup rapat tetap saja dipenuhi kutu. Fenomena ini sering dikaitkan dengan kebersihan wadah atau lingkungan dapur. Namun, Pengamat Pangan Elvira Syamsir memberikan penjelasan yang mengejutkan. Menurutnya, kemunculan kutu pada beras dalam wadah tertutup tidak selalu disebabkan oleh kutu yang masuk dari luar.

Proses Infestasi Dimulai Sebelum Beras Sampai ke Rumah

Elvira menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, telur kutu sudah berada di dalam butir beras sejak sebelum beras sampai ke tangan konsumen. Telur-telur ini baru menetas setelah beberapa waktu penyimpanan. "Banyak orang mengira kutu masuk dari luar. Padahal, pada banyak kasus, prosesnya sudah dimulai jauh sebelum beras sampai ke rumah," tulis Elvira melalui akun Instagram @elvira_seputar.pangan pada Jumat (24/7/2026), sebagaimana dikutip dengan izin pengunggah.

Kutu Beras Bisa Bertahan dalam Butiran Beras

Kutu beras atau dikenal sebagai Sitophilus oryzae memiliki siklus hidup yang unik. Kutu betina biasanya melubangi butiran beras dan meletakkan telur di dalamnya. Telur tersebut kemudian berkembang menjadi larva yang memakan bagian dalam beras, lalu menjadi pupa, dan akhirnya menjadi kutu dewasa. Proses ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung suhu dan kelembapan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tips Penyimpanan Beras yang Tepat

Meskipun telur kutu sudah ada di dalam beras, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko perkembangbiakan. Menyimpan beras di tempat yang kering dan sejuk, serta menggunakan wadah kedap udara, dapat memperlambat pertumbuhan kutu. Selain itu, membekukan beras selama beberapa hari sebelum disimpan dapat membunuh telur dan kutu dewasa. Namun, metode ini tidak menjamin beras benar-benar bebas kutu jika telur sudah menempel kuat di dalam butiran.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya pemahaman bahwa kutu beras bukan semata-mata akibat kebersihan rumah tangga, melainkan bagian dari rantai pasok pangan. Konsumen diharapkan lebih selektif dalam memilih beras dan segera mengolahnya jika sudah terlanjur terkena kutu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga