CEO Pelabuhan Dubai Mundur Usai Terseret Skandal Epstein
Sultan Ahmed bin Sulayem telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO raksasa logistik DP World yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Pengunduran diri ini terjadi setelah meningkatnya tekanan publik dan bisnis terkait hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Pengunduran Diri dan Pergantian Pimpinan
DP World mengumumkan pengunduran dirinya yang berlaku segera pada hari Jumat (13/2) waktu setempat. Perusahaan tersebut menunjuk Essa Kazim sebagai ketua grup dan Yuvraj Narayan sebagai CEO baru. Sebagai tanda perubahan, foto Sulayem telah dihapus dari situs web resmi perusahaan.
DP World adalah perusahaan logistik milik Dubai yang mengelola terminal pelabuhan di enam benua dan memainkan peran krusial dalam infrastruktur perdagangan global. Dalam beberapa hari terakhir, perusahaan ini menghadapi tekanan signifikan dari berbagai mitra bisnis.
Tekanan dari Investor dan Proyek
Awal pekan ini, lembaga pembiayaan pembangunan Inggris dan dana pensiun terbesar kedua Kanada, La Caisse, menyatakan bahwa mereka menangguhkan investasi baru ke DP World. Selain itu, Proyek Earthshot Pangeran Wales, yang menerima pendanaan dari DP World, dilaporkan ke Komisi Amal Inggris setelah nama Sulayem muncul dalam berkas terkait Epstein.
Hubungan Dekat dengan Jeffrey Epstein
Dokumen-dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkapkan hubungan dekat dan luas antara Sulayem dan Epstein. Berkas tersebut menunjukkan bahwa keduanya telah berhubungan sejak setidaknya tahun 2007, dengan komunikasi yang intens selama lebih dari satu dekade.
Email dan pesan teks yang terungkap mencakup diskusi mengenai:
- Ide bisnis, termasuk rencana Dubai untuk meluncurkan mata uang digital "Islami".
- Percakapan tentang seks dan rencana kunjungan ke pulau pribadi milik Epstein.
- Pertukaran kontak dengan tokoh-tokoh internasional dari bidang politik dan bisnis.
Dalam sebuah email dari Juni 2013, Epstein menggambarkan Sulayem sebagai "salah satu teman terpercayanya". Komunikasi mereka tampaknya berlanjut setidaknya hingga tahun 2017, meskipun Epstein telah divonis bersalah pada tahun 2008 atas tuduhan prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur.
Konten Kontroversial dalam Email
Email-email tersebut juga mengungkap percakapan yang memprihatinkan. Misalnya, Epstein menulis kepada Sulayem tentang video penyiksaan, dengan pesan: "Di mana kamu? Apakah kamu baik-baik saja, aku menyukai video penyiksaan itu". Sulayem membalas bahwa ia berada di China dan akan berkunjung ke Amerika Serikat pada minggu kedua bulan Mei.
Tekanan terhadap DP World semakin memuncak setelah anggota Kongres Amerika Serikat mengungkapkan bahwa nama Sulayem tercatat dalam berkas-berkas pengadilan Epstein. Hal ini memicu investigasi lebih lanjut dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor serta mitra bisnis global.