Di antara banyaknya taman modern yang bermunculan di Jakarta, Taman Situ Lembang menyimpan pesona yang berbeda. Taman yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ini sudah berdiri sejak era kolonial Belanda dan kini genap berusia 100 tahun. Lokasinya berada di tengah kawasan yang kerap disebut sebagai 'old money' Jakarta, sebuah daerah dengan sejarah elit yang panjang.
Keistimewaan kawasan Menteng memang tidak lepas dari statusnya sebagai salah satu daerah permukiman elite tertua di Jakarta. Sejak zaman Belanda, kawasan ini dihuni oleh pejabat dan keluarga kaya. Kehadiran Taman Situ Lembang di tengah lingkungan seperti ini menjadikannya ruang hijau bersejarah yang langka di tengah padatnya bangunan-bangunan mewah.
Pantauan detikcom pada Minggu (2/7/2026), taman ini tampak ramai dikunjungi warga. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa hilir-mudik menikmati akhir pekan di ruang terbuka ini. Mayoritas pengunjung duduk santai di bangku-bangku taman sambil menikmati sejuknya suasana sore Jakarta.
Fasilitas Taman dan Pesona Sore Hari
Taman Situ Lembang menyediakan berbagai fasilitas yang siap digunakan oleh pengunjung. Bangku-bangku taman tersebar untuk tempat bersantai, area olahraga untuk beraktivitas fisik, dan tempat bermain anak yang memungkinkan keluarga datang bersama. Tepat di tengah taman, terdapat sebuah danau kecil dengan air mancur di tengahnya.
Yang menarik, dari dalam taman ini pengunjung dapat memandang gedung-gedung pencakar langit yang mengelilingi kawasan Menteng. Perpaduan antara suasana asri dan panorama bangunan modern memberikan pengalaman tersendiri yang jarang ditemukan di taman kota lainnya.
Cerita Pengunjung: Sudah Akrab dan Nyaman
Salah seorang pengunjung, Rizki (31), mengaku datang bersama teman-temannya untuk bersantai. Ia mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Taman Situ Lembang. "Sudah beberapa kali ya ke sini, datang biasanya sama teman-teman, sore-sore gini biasanya," kata Rizki.
Menurut Rizki, Taman Situ Lembang memiliki suasana yang asri dan tenang. Taman ini juga bersih dan terawat. "Enak ya suasananya, adem. Kalau sambil duduk-duduk ngobrol enak di sini," tuturnya.
Akses Mudah dengan Transportasi Umum
Taman ini mudah dijangkau dengan transportasi umum. Pengunjung yang memilih Transjakarta dapat turun di halte Taman Suropati, kemudian berjalan kaki sekitar 500 meter. Sementara itu, pengguna KRL dapat turun di Stasiun Cikini dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 900 meter.
Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, kawasan Menteng memiliki akses jalan yang memadai. Taman Situ Lembang juga dapat dicapai dari berbagai arah berkat letaknya yang strategis di pusat kota.
Usia yang telah mencapai satu abad menjadikan Taman Situ Lembang sebagai salah satu taman tertua di Jakarta. Berbeda dengan taman-taman baru yang mengusung konsep modern, taman ini justru menawarkan nuansa klasik yang sarat kenangan. Keberadaannya melengkapi wajah kawasan Menteng yang sudah terkenal dengan deretan bangunan tua bergaya kolonial.
Sejarah Waduk yang Kini Jadi Taman
Sejarah Taman Situ Lembang terungkap melalui akun Instagram Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta. Taman ini dibangun sekitar tahun 1926 oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada awalnya, kawasan ini berfungsi sebagai waduk penampung air dari sejumlah mata air di sekitarnya.
"Dibangun oleh Belanda. Sekitar tahun 1926, sebagai penampungan air dari beberapa mata air yang berada di sekitarnya," tulis Distamhut DKI.
Pada tahun 1984, taman ini mengalami renovasi. Air mancur dipasang di tengah danau, dan disediakan lokasi khusus untuk para pemancing. Penambahan fasilitas itu membuat taman semakin hidup dan beragam fungsinya.
Keistimewaan Lapak Pemancingan
Salah satu nilai unggul Taman Situ Lembang adalah keberadaan lapak pemancingan. Hal ini menawarkan kegiatan yang langka di tengah kota besar seperti Jakarta. Distamhut DKI menyebut keistimewaan ini sebagai bagian dari upaya memberikan ruang terbuka yang bermanfaat bagi warga.
"Sebagai salah satu ruang terbuka kota, Taman Situ Lembang memiliki keistemewaan tersendiri, yaitu adanya lapak-lapak pemancingan, sehingga di tengah hiruk pikuknya kota Jakarta, warganya masih dapat memancing," ucap Distamhut DKI.
Dengan nilai sejarah yang kuat, fasilitas yang beragam, dan suasana yang asri, Taman Situ Lembang tidak hanya menjadi ruang hijau biasa, tetapi juga bagian dari warisan kota. Keberadaannya yang telah seabad menjadi bukti bahwa ruang publik dapat tetap relevan dan dicintai warga lintas generasi.



