Trotoar di kawasan Taman Secawan, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, ambles dan dikhawatirkan memicu longsor ke arah Kali Cabang Tengah. Kondisi ini telah berlangsung lebih dari satu pekan dan membuat warga setempat resah. Kerusakan tersebut juga menimbulkan ancaman bagi badan Jalan Raya Sawangan yang berada tepat di samping trotoar.
Farid, warga Depok Jaya, menyatakan bahwa amblesnya trotoar sudah terjadi sejak lebih dari sepekan lalu. Ia menjelaskan, titik kerusakan berada sangat dekat dengan aliran Kali Cabang Tengah, sehingga potensi longsor sangat terbuka. "Kalau amblesnya itu sudah sepekan lebih," kata Farid kepada Liputan6.com, Minggu (2/8/2026).
Kekhawatiran Longsor Mengancam Jalan Raya Sawangan
Farid menambahkan, jika tidak segera ditangani, kerusakan trotoar itu dikhawatirkan dapat menggerus badan Jalan Raya Sawangan. Jalan ini merupakan salah satu jalur utama di Depok dengan volume kendaraan yang cukup tinggi, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. "Ini kan trotoar seakan mau ambruk ke arah aliran kali. Kalau dibiarkan, Jalan Raya Sawangan bisa ikut terkikis," ujarnya.
Kondisi itu diperparah dengan beban lalu lintas harian yang terus melintas di atas jalan. Getaran dan tekanan dari kendaraan dapat mempercepat proses pergeseran tanah di sekitar area yang telah ambles. Warga khawatir kerusakan yang semula hanya pada trotoar akan meluas menjadi kerusakan jalan yang lebih parah.
Turap Penahan Tanah Diduga Tidak Mampu Menahan Beban
Menurut Farid, penyebab amblesnya trotoar diduga karena turap penahan tanah yang berbatasan langsung dengan Kali Cabang Tengah sudah tidak mampu menahan beban. Selain itu, aliran air kali yang terus-menerus menggerus dinding turap membuat struktur semakin rapuh.
Fenomena ini menunjukkan adanya masalah pada infrastruktur penahan tanah yang mungkin kurang memperhitungkan kondisi hidrologis setempat. Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan permukaan, tetapi juga memperkuat struktur turap secara menyeluruh.
Trotoar Baru Setahun Dibangun, Proyek Senilai Rp 9,7 Miliar
Pengendara Rahmat Mulyadi menyayangkan kondisi trotoar yang masih tergolong baru namun sudah ambles. Ia menilai kualitas pembangunan trotoar tersebut sangat dipertanyakan. "Kayaknya baru satu tahun trotoar itu dibangun, malah sudah ambles. Itu kan pakai uang rakyat," kata Rahmat.
Ia mendesak Pemerintah Kota Depok untuk segera memperbaiki trotoar tersebut sekaligus mengevaluasi pelaksanaan proyek pembangunan. Evaluasi ini penting untuk memastikan tidak ada kesalahan desain atau pelaksanaan yang menyebabkan kerusakan dini.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pembangunan trotoar di kawasan Taman Secawan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dikerjakan pada 2023, kemudian dilanjutkan pada Februari 2025. Nilai proyek pembangunan trotoar ini mencapai sekitar Rp 9,7 miliar.
Dengan nilai investasi sebesar itu, wajar jika masyarakat berharap infrastruktur tersebut memiliki umur pakai yang panjang. Kerusakan yang terjadi kurang dari dua tahun setelah pengerjaan tahap kedua menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan mutu proyek.
Pemkot Depok Belum Beri Tanggapan
Hingga berita ini ditulis, Liputan6.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada Pemerintah Kota Depok terkait penyebab pasti amblesnya trotoar tersebut. Namun, belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak terkait.
Warga berharap Pemkot Depok segera melakukan asesmen lapangan dan menindaklanjuti dengan perbaikan yang cepat. Selain itu, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi turap di sepanjang aliran Kali Cabang Tengah untuk mencegah risiko longsor susulan.
Trotoar merupakan fasilitas penting bagi pejalan kaki dan pengunjung Taman Secawan. Kerusakan yang terjadi tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga menciptakan kesan buruk terhadap pengelolaan infrastruktur publik di Kota Depok.
Jika dibiarkan, dampak kerusakan ini tidak hanya dirasakan pada trotoar, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan dan permukiman di sekitarnya. Respons pemerintah yang tepat waktu menjadi kunci untuk mencegah kerugian yang lebih besar.



