Terowongan Pejalan Kaki Bundaran HI Rampung Juni 2027, Progres Baru 22%
Terowongan Bundaran HI Rampung Juni 2027, Progres 22%

Proyek terowongan pejalan kaki bawah tanah yang menghubungkan gedung-gedung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, terus berjalan meski progresnya masih jauh dari target. Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, mengungkapkan bahwa pembangunan pedestrian bawah tanah tersebut baru mencapai 22 persen dan ditargetkan rampung pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta.

Target Rampung 2027 untuk Wujudkan Konektivitas

“Terkait dengan pembangunan pedestrian pejalan kaki di bawah tanah itu, saat ini progresnya kurang lebih sekitar 22% dan kami punya target selesai bulan Juni tahun 2027, tepat lima abad Jakarta,” ujar Tuhiyat di Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Terowongan ini dibangun untuk mempermudah pejalan kaki di kawasan Bundaran HI. Jalur tersebut akan menghubungkan empat gedung di sekitar Bundaran HI dan tersambung langsung dengan Stasiun MRT. Kehadiran terowongan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki yang selama ini harus menyebrang di permukaan dengan risiko kemacetan dan kecelakaan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemprov DKI Dorong Transportasi Umum Terintegrasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kemudahan akses bagi pengguna transportasi umum menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menyebut proyek serupa di Dukuh Atas juga sudah mulai dikerjakan.

“Dan sekaligus pedestrian deck Dukuh Atas sekarang ini sudah kita mulai. Mudah-mudahan ini akan membuat konektivitas di Jakarta menjadi jauh semakin baik,” kata Pramono.

Proyek terowongan Bundaran HI dan pedestrian deck Dukuh Atas merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI untuk menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi dan ramah pejalan kaki. Dengan adanya jalur bawah tanah dan deck pejalan kaki, diharapkan mobilitas warga Jakarta semakin lancar dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Progres dan Tantangan ke Depan

Meski progres baru mencapai 22%, MRT Jakarta optimis dapat menyelesaikan proyek tepat waktu. Berbagai tantangan seperti kondisi tanah, cuaca, dan koordinasi dengan pemilik gedung di sekitar lokasi terus diantisipasi. Proyek ini menjadi salah satu ikon pembangunan infrastruktur Jakarta yang ditunggu-tunggu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga