Renovasi Mal AEON Tahan Gempa Ambruk Lebih Parah saat Gempa 7,1
Renovasi Mal AEON Ambruk Lebih Parah saat Gempa 7,1

KOMPAS.com - Proyek renovasi besar-besaran mal AEON di Jepang Selatan yang dirancang untuk tahan gempa justru berakhir tragis. Mal yang baru saja dibuka kembali bulan lalu itu hancur dan ambruk lebih parah dibanding bangunan di sekitarnya saat gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (28/7/2026). Padahal, renovasi tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan teknologi bangunan tahan gempa yang canggih.

Riwayat Kerusakan Sebelumnya

Mal yang sama sebelumnya mengalami kerusakan sangat parah saat gempa berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang Kumamoto pada April 2016. Setelah kejadian itu, manajemen mal memutuskan untuk melakukan renovasi total dengan mengadopsi standar ketahanan gempa terkini. Proyek tersebut menelan biaya yang sangat besar dan menjadi salah satu proyek renovasi paling ambisius di kawasan tersebut.

Ironi Renovasi Tahan Gempa

Namun, saat gempa terbaru melanda, mal AEON tersebut justru menjadi puing-puing dalam hitungan detik. Menurut laporan KOMPAS.com, kerusakan yang dialami mal ini jauh lebih parah dibandingkan bangunan-bangunan lain di sekitarnya yang tidak direnovasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas teknologi tahan gempa yang diterapkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Para ahli gempa yang dihubungi KOMPAS.com menyatakan bahwa kegagalan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti desain struktural yang kurang tepat, kualitas material yang tidak sesuai, atau mungkin kesalahan dalam pelaksanaan renovasi. Namun, investigasi lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan penyebab pastinya.

Dampak dan Pelajaran

Kejadian ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menjadi peringatan bagi seluruh industri konstruksi di Jepang, yang terkenal dengan standar ketahanan gempa yang ketat. Pemerintah daerah setempat telah membentuk tim investigasi untuk mengevaluasi penyebab kegagalan renovasi tersebut. Sementara itu, mal AEON yang hancur kini menjadi simbol ironi bahwa investasi besar tidak selalu menjamin keselamatan.

Bencana ini juga memicu diskusi tentang perlunya audit berkala terhadap bangunan-bangunan yang telah direnovasi, terutama yang berada di daerah rawan gempa. Dengan magnitudo gempa 7,1 yang tergolong kuat, namun tidak ekstrem, keruntuhan mal ini menunjukkan bahwa masih ada celah dalam penerapan teknologi tahan gempa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga