Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan perbaikan SD Negeri (SDN) Kebayoran Lama 09 yang mengalami kerusakan parah dan belum diperbaiki selama hampir dua tahun menjadi salah satu prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Pramono mengaku baru mengetahui secara utuh persoalan sekolah tersebut setelah mendapat pertanyaan dari awak media. Setelah mempelajari kondisi di lapangan, ia langsung menggelar rapat dan meninjau lokasi untuk memastikan penanganan segera.
Pramono Akui Baru Tahu dari Media
“Kemarin ketika ditanya teman-teman media mengenai SD Negeri yang roboh di Kebayoran Lama, terus terang itu pertama kali saya mendengar dan saya adalah orang yang menjawab apa adanya. Mohon maaf saya tidak tahu pada waktu itu dan begitu saya mempelajari, saya langsung kemarin dalam rapat kita segera melakukan kunjungan ke lapangan melihat apa yang terjadi sebenarnya,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Kamis (23/7/2026).
Dari hasil peninjauan tersebut, Pramono mengaku baru mengetahui bahwa persoalan kerusakan sekolah itu sudah berlangsung cukup lama dan belum terselesaikan. “Saya juga baru tahu sudah agak lama belum terselesaikan. Itulah fungsi instrumen APBD Jakarta untuk menyelesaikan persoalan-persoalan lapangan yang seperti itu dan itu termasuk yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan,” ujarnya.
Bangunan Ambruk November 2024
Hampir dua tahun bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, tidak lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sejak salah satu bangunannya ambruk pada November 2024, para siswa terpaksa menumpang belajar di sekolah lain karena hingga kini gedung tersebut belum diperbaiki. Peristiwa ambruknya bangunan terjadi secara perlahan saat kegiatan belajar mengajar sedang libur karena pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.
Salah seorang orang tua murid, Evi (33), masih mengingat detik-detik saat bangunan sekolah itu roboh. “Robohnya itu juga nggak langsung, pelan, nggak langsung bruk seperti ini. Pelan. Nah, waktu ketika di sore hari hujan deras pada saat itu, tiba-tiba langsung bruk gitu aja sih,” kata Evi kepada wartawan, Selasa (22/7/2026).
Lima Ruangan Rusak, Siswa Menumpang
Evi mengatakan kejadian itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar sebelum kabarnya menyebar ke para orang tua murid. Pihak sekolah kemudian menyampaikan informasi tersebut secara resmi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Akibat peristiwa tersebut, lima ruangan terdampak, terdiri atas empat ruang kelas dan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sejak saat itu, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 12.
Pramono menegaskan APBD DKI harus dimanfaatkan untuk menyelesaikan persoalan yang langsung dirasakan masyarakat, termasuk memperbaiki fasilitas publik yang mengalami kerusakan. Dengan prioritas baru ini, diharapkan proses perbaikan dapat segera dimulai dan siswa dapat kembali belajar di sekolah mereka sendiri.



