Mujiono, seorang nelayan prasejahtera di Kabupaten Lampung Timur, terus berjuang menafkahi keluarganya meski hanya mengandalkan perahu lapuk yang penuh lubang. Setiap hari, ia nekat melaut untuk mendapatkan ikan, udang, dan kerang yang dijual ke pasar demi memenuhi kebutuhan dapur dan gizi keluarganya. “Ke mana aja didatengin yang bisa. Walau perahunya sudah lapuk tetap jalan. Kita melaut sambil buang air yang masuk ke perahu, lumayan capek,” kata Mujiono saat dikunjungi tim berbuatbaik.id.
Perjuangan Melawan Keterbatasan
Perahu yang digunakan Mujiono sudah berusia tiga tahun dan kondisinya memprihatinkan. Banyak lubang yang menyebabkan air masuk, sehingga ia harus terus menimba air sambil mencari ikan. Hasil tangkapan sering kali tidak menentu; ketika jaring kosong, ia tak bisa membawa pulang penghasilan untuk keluarga yang tinggal di Dusun Pulo Waru, Desa Purworejo, Lampung.
Saat tangkapan sepi, Mujiono ingin melaut lebih jauh, namun perahunya tak mampu menahan air lebih banyak sehingga berisiko tenggelam. Ia terpaksa pulang dengan tangan hampa. “Ya balik, kita cari lagi. Kita berhenti mencari saja, nanti kalau sudah ada minyak (BBM) berangkat lagi,” ujarnya. Ia tinggal bersama istri, seorang anak, keponakan, dan adik-adiknya.
Harapan Perahu Baru untuk Masa Depan
Mujiono berharap bisa memiliki perahu yang lebih baik lengkap dengan mesin dan alat tangkap yang memadai. Dengan perahu baru, ia bisa melaut lebih jauh dan mendapatkan tangkapan lebih banyak serta beragam. Menurutnya, perahu yang lebih baik adalah kunci perbaikan nasib keluarganya. “Kalau punya perahu bagus, saya bisa sekolahin anak, perbaiki rumah biar layak,” katanya penuh harap.
Kepedulian masyarakat sangat diharapkan untuk membantu Mujiono mewujudkan mimpinya. Donasi yang disalurkan melalui berbuatbaik.id dijamin 100% tersalurkan untuk membeli perahu yang lebih layak. Dengan bantuan tersebut, Mujiono dapat memaksimalkan tangkapannya dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.



