Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7). Proyek yang dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang ini berlangsung selama 240 hari, terhitung sejak 5 Mei hingga 30 Desember 2025.
Kembalikan Keaslian Arsitektur Sejarah
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut peresmian ini merupakan tahap awal dari rencana besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya. "Peresmian ini menjadi tahap awal dari rencana besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya," kata Pras dalam keterangannya, Kamis (30/7).
Stasiun yang dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada tahun 1911 ini diresmikan pada tahun 1914. Sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, proses renovasi melibatkan ahli cagar budaya untuk menjaga nilai historisnya, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Cakupan Renovasi Tahap Pertama
Cakupan pekerjaan tahap pertama meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, serta peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan dan banjir pada musim hujan. "Cakupan pekerjaan tahap pertama meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, serta peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan dan banjir pada musim hujan," ujar Pras.
Renovasi ini bertujuan mengembalikan keaslian fasad arsitektur sejarah, mengatasi persoalan genangan air dan banjir rob, sekaligus meningkatkan fasilitas dan kenyamanan layanan bagi pelanggan.
Stasiun Tersibuk Keempat di Indonesia
Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun kelas besar tipe A yang melayani hampir seluruh layanan kereta api penumpang yang melintas di Kota Semarang. Pada Semester I 2026, stasiun ini mencatatkan kinerja layanan penumpang yang sangat baik, menempati peringkat 4 stasiun tersibuk di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang serta tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) keberangkatan mencapai 99,45 persen.
"Pada Semester I 2026, stasiun ini mencatatkan kinerja layanan penumpang yang sangat baik, menempati peringkat 4 stasiun tersibuk di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang serta tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) keberangkatan mencapai 99,45 persen," ucap Pras.
Nilai Sejarah Nasional
Selain nilai operasional, Stasiun Tawang juga memiliki nilai sejarah nasional yang penting. Stasiun ini merupakan titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 serta lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Sukarno dalam rangka perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.
Dengan peresmian ini, diharapkan Stasiun Semarang Tawang tidak hanya menjadi moda transportasi yang nyaman, tetapi juga ikon pelestarian sejarah bangsa.



