Prabowo Perintahkan BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca Hadapi El Nino
Prabowo Perintahkan BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk mengambil langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang bertepatan dengan fenomena El Nino. Instruksi ini mencakup upaya menjaga ketersediaan air dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyatakan pihaknya akan memperkuat dukungan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Fokus pada Ketersediaan Air dan Pencegahan Karhutla

“Jadi ada dua, yaitu terkait dengan ketersediaan air melalui waduk-waduk, pengisian waduk dengan modifikasi cuaca dan sebagainya. Juga dengan, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan melalui pembasahan dari lahan-lahan yang mudah terbakar ini melalui modifikasi cuaca. Tadi diperkuat banyak tentang modifikasi cuaca,” kata Faisal usai rapat bersama Prabowo di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (27/7/2026).

Operasi modifikasi cuaca akan difokuskan di enam provinsi rawan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Faisal menjelaskan bahwa OMC akan dilakukan secara berkala untuk menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar. “Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana, agar dia tidak mudah terbakar,” ujarnya. Selain itu, OMC juga akan dilakukan secara situasional di Kepulauan Riau dan Aceh.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan untuk Pengisian 240 Waduk

BMKG juga memanfaatkan modifikasi cuaca untuk membantu pengisian air di sejumlah waduk di seluruh Indonesia. Kerja sama lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan BNPB, Kementerian Kehutanan, dan pihak swasta, akan dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi pembangkit listrik tenaga air (PLTA), irigasi, dan kebutuhan air bersih. “Untuk kekeringan, BMKG melakukan beberapa modifikasi cuaca, bekerja sama dengan BNPB, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, dan juga dengan swasta untuk pengisian waduk. Pengisian waduk-waduk yang ada di Indonesia, kita punya 240 waduk, beberapa memang tidak semua itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih,” tutur Faisal.

Strategi Pencegahan yang Lebih Efektif

Menurut Faisal, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah yang mengedepankan upaya pencegahan dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. “Tidak hanya kita menunggu adanya titik api, kemudian kita padamkan dengan waterbombing, kemudian dengan pemadam yang disemprot, dan sebagainya. Tapi ketika permukaan air tanahnya sudah menurun, itu dilakukan modifikasi cuaca yang dapat menjatuhkan jutaan kubik air, dan kemudian dapat menjenuhkan daerah tersebut,” jelas dia. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini telah menunjukkan hasil positif, di mana karhutla relatif lebih terkendali dibandingkan sebelum 2015.

Dengan penguatan OMC, pemerintah berharap dampak El Nino dapat diminimalkan, terutama dalam hal ketersediaan air dan pencegahan kebakaran hutan yang kerap melanda wilayah Indonesia saat kemarau panjang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga