TransJakarta Ubah Titik Pemberhentian Rute Blok M–Soetta Mulai 23 Maret 2026
Liputan6.com, Jakarta - PT Transportasi Jakarta resmi mengubah titik pemberhentian untuk rute layanan SH2 yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta. Perubahan ini akan mulai berlaku pada Senin, 23 Maret 2026, sebagai upaya untuk mendukung mobilitas masyarakat yang bepergian menuju dan dari bandara internasional tersebut.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta pada Jumat lalu, Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, menegaskan komitmen perusahaan. "Kami memastikan pelanggan tetap mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau," ujarnya. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan penumpang.
Operasional dan Tarif Tetap Sama
Meskipun ada perubahan pada titik pemberhentian, layanan rute SH2 akan tetap beroperasi setiap hari tanpa jeda. Jam operasional dimulai dari pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB untuk kedua arah, yaitu dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta dan sebaliknya. Tarif yang dikenakan pun tidak berubah, tetap sebesar Rp 3.500 per perjalanan.
Rute ini terus menghubungkan kawasan strategis di Jakarta, mulai dari Blok M sebagai pusat bisnis dan hiburan, menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan sejumlah titik pemberhentian utama yang telah disesuaikan.
Daftar Titik Pemberhentian Baru
Berikut adalah titik-titik pemberhentian terkini untuk rute SH2 Blok M – Bandara Soekarno-Hatta:
- Dari Blok M (ke arah Bandara): Blok M Jalur 6, Bundaran Senayan 1, Summmitmas, Gelora Bung Karno 1, Seberang DPR MPR 1, Perpustakaan Riset BPK Swadaya, Slipi Sekolah Ibu Pertiwi, Bundaran Cargo, Imigrasi SHIA, Stasiun KA Bandara, Perkantoran Soekarno-Hatta.
- Dari Bandara (ke arah Blok M): Terminal Kargo 2, Terminal Kargo 1, Jln. Cengkareng Golf Club 3, Soewarna Foodhall 1, Jln. Cengkareng Golf Club 1, Seberang Sowan Wisata Belanja, Slipi Petamburan 3, DPR MPR 1, Gelora Bung Karno 2, FX Sudirman, Bundaran Senayan 2, Blok M Jalur 6.
Perubahan ini mencakup penambahan dan penyesuaian beberapa halte untuk memastikan konektivitas yang lebih baik. Misalnya, titik seperti Bundaran Senayan dan Kawasan Gelora Bung Karno tetap dipertahankan sebagai pemberhentian utama, sementara lokasi baru seperti Imigrasi SHIA dan Stasiun KA Bandara ditambahkan untuk memfasilitasi akses yang lebih lancar.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dengan penyesuaian ini, TransJakarta berharap dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan kepuasan penumpang, terutama bagi mereka yang menggunakan transportasi umum untuk keperluan bandara. Layanan yang terjangkau dan teratur diharapkan menjadi solusi mobilitas urban yang efektif di ibu kota.
PT Transportasi Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan informasi terbaru mengenai rute dan jadwal, agar perjalanan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengoptimalkan sistem transportasi publik di Jakarta.



