Sekolah Swasta Gratis Dinilai Jadi Terobosan Progresif Pendidikan Jakarta
Sekolah Swasta Gratis: Terobosan Progresif Pendidikan Jakarta

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Fahira Idris, memberikan apresiasi terhadap berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sektor pendidikan. Salah satu kebijakan yang mendapat sorotan positif adalah program sekolah swasta gratis yang dinilai sebagai langkah progresif dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Kebijakan Sekolah Swasta Gratis Dinilai Progresif

Menurut Fahira Idris, kebijakan sekolah swasta gratis merupakan salah satu terobosan pendidikan paling progresif yang dimiliki Jakarta saat ini. Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat sekaligus menempatkan sekolah swasta sebagai mitra strategis dalam pelayanan pendidikan. Hal ini disampaikan Fahira di sela-sela Rapat Kerja Pemantauan dan Evaluasi Rancangan Perda dan Perda Penyelenggaraan Pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Rabu (13/5).

Fahira menilai Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan merupakan salah satu perda pendidikan yang cukup progresif dan visioner di Indonesia. Selain mengatur sekolah swasta gratis, perda tersebut juga dianggap lebih maju dalam aspek pendidikan inklusif, pendidikan berbasis teknologi, hingga penguatan pendidikan karakter.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Saya melihat Jakarta tidak hanya fokus pada perluasan akses pendidikan, tetapi juga mulai membangun fondasi pendidikan masa depan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan," ujar Fahira Idris.

Empat Rekomendasi untuk Keberlanjutan Program

Meski demikian, Senator Jakarta ini menilai penguatan tata kelola program tetap perlu dilakukan agar program sekolah swasta gratis berjalan semakin sehat dan berkelanjutan. Ia menyampaikan empat rekomendasi utama:

  1. Memperkuat sistem pengawasan program sekolah swasta gratis, termasuk menghadirkan kanal pengaduan publik yang mudah diakses serta mekanisme audit berbasis risiko untuk memastikan implementasi sesuai tujuan.
  2. Memperkuat kemitraan antara pemerintah dan sekolah swasta, karena sekolah swasta telah menjadi bagian penting dalam memenuhi hak pendidikan masyarakat Jakarta.
  3. Mempercepat pemerataan mutu pendidikan antarwilayah melalui penguatan distribusi kualitas guru, pemerataan fasilitas pendidikan, dan optimalisasi Zona Layanan Satuan Pendidikan (ZLSP).
  4. Memperkuat kesiapan pendidikan Jakarta menghadapi tantangan masa depan, terutama terkait pendidikan inklusif, literasi digital, kecerdasan buatan (AI), kesehatan mental peserta didik, serta pencegahan bullying digital.

Kurangi Kesenjangan Mutu Pendidikan

Selain sekolah swasta gratis, Fahira Idris juga menyoroti pentingnya mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah di Jakarta. Menurutnya, tantangan pendidikan Jakarta saat ini bukan lagi sekadar akses, tetapi memastikan pemerataan kualitas pendidikan.

"Jakarta memiliki banyak sekolah unggulan, tetapi kita juga perlu memastikan tidak ada ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah maupun antar sekolah. Karena itu penguatan pemerataan kualitas guru, fasilitas pendidikan, dan Zona Layanan Satuan Pendidikan menjadi penting," kata Fahira yang juga seorang pemerhati pendidikan.

Fahira juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, Jakarta memiliki peluang besar menjadi model nasional kota ramah pendidikan inklusif jika didukung penguatan guru pendamping, sarana pendidikan, dan layanan yang merata.

Tantangan Pendidikan di Era Digital

Di sisi lain, Fahira Idris mengingatkan bahwa tantangan pendidikan Jakarta ke depan juga berkaitan dengan perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), termasuk dampaknya terhadap kesehatan mental peserta didik. Menurutnya, pendidikan Jakarta ke depan bukan hanya soal akademik, tetapi bagaimana membangun generasi yang adaptif terhadap teknologi, sehat secara mental, dan memiliki karakter yang kuat.

Karena itu, literasi digital, etika AI, layanan konseling, hingga pencegahan bullying digital harus menjadi perhatian serius. "Harapannya, Jakarta tidak hanya menjadi kota dengan fasilitas pendidikan terbaik, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pendidikan modern tetap dibangun dengan semangat keadilan sosial dan keberpihakan kepada masyarakat," pungkas Fahira Idris.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga