Banjir Sebabkan Transjakarta Koridor 13 Puri Beta-Petukangan Terlambat 1,5 Jam
Layanan Transjakarta Koridor 13 rute Puri Beta–Petukangan mengalami keterlambatan signifikan hingga 1,5 jam pada Jumat pagi, 20 Februari 2026, akibat genangan air dan kepadatan lalu lintas yang dipicu hujan deras di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Dampak Hujan Deras pada Operasional Bus
Hujan yang mengguyur sejak pagi hari menyebabkan genangan air di kawasan Swadarma dan kepadatan tinggi arus kendaraan di Petukangan, yang memperlambat laju armada bus Transjakarta. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa waktu tempuh perjalanan di koridor ini mencapai 1 jam 20 menit, jauh melampaui jadwal normal, karena imbas hujan deras dan kondisi lalu lintas yang padat.
Dalam keterangan resminya, Ayu menyatakan, "Sehubungan dengan genangan air di sekitar Swadarma dan kepadatan lalu lintas di kawasan Petukangan pagi ini, layanan Koridor 13 mengalami keterlambatan signifikan." Ia menambahkan bahwa manajemen Transjakarta aktif memantau situasi dan memberikan pembaruan informasi kepada pelanggan.
Permohonan Maaf dan Imbauan kepada Pelanggan
Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, khususnya bagi masyarakat yang mengandalkan Koridor 13 untuk mobilitas kerja dan aktivitas pagi hari. "Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dalam perjalanan pagi ini," kata Ayu.
Untuk mengatasi gangguan ini, Transjakarta mengimbau pelanggan agar:
- Terus memantau pembaruan informasi layanan melalui aplikasi TJ: Transjakarta.
- Mengikuti perkembangan situasi dan estimasi perjalanan terkini di media sosial resmi Transjakarta.
- Bersabar dan merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan lalu lintas.
Insiden ini mengingatkan pentingnya adaptasi layanan transportasi publik terhadap cuaca ekstrem, yang sering terjadi di Jakarta selama musim hujan. Dampak banjir tidak hanya mempengaruhi Transjakarta, tetapi juga menyebabkan sejumlah ruas jalan lain tergenang, seperti Jalan Ciledug Raya, yang mencapai ketinggian air 40 sentimeter dan menyebabkan puluhan motor mogok.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa 90 RT dan 6 ruas jalan tergenang pada pagi hari tersebut, meskipun genangan mulai surut seiring berjalannya waktu. Transjakarta dan layanan mikrotrans lainnya juga melakukan pengalihan rute untuk menghindari titik-titik banjir, menunjukkan respons cepat dari otoritas terkait.
Kejadian ini menekankan perlunya infrastruktur yang lebih tangguh dan sistem peringatan dini untuk mengurangi gangguan pada transportasi publik di masa depan, terutama di kota besar seperti Jakarta yang rentan terhadap banjir.



