Tarif TransJ Blok M-Soetta Rp 15 Ribu Diyakini Diterima Warga
Tarif TransJ Blok M-Soetta Rp 15 Ribu Diterima Warga

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan tarif bus TransJabodetabek (TransJ) untuk rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebesar Rp 15 ribu. Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Wahyu Dewanto, menyatakan keyakinannya bahwa masyarakat dapat menerima penetapan tarif tersebut. Menurutnya, angka Rp 15 ribu telah memperhitungkan berbagai kebutuhan penumpang yang akan menuju atau pulang dari bandara.

Wahyu menegaskan bahwa tarif tersebut merupakan yang terendah dibandingkan semua layanan angkutan umum yang ada. Ia menyebutnya sebagai pilihan paling ekonomis, meskipun rute dan pilihan moda sudah ditentukan serta memiliki keterbatasan. Hal ini disampaikan Wahyu dalam keterangannya kepada wartawan, sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah provinsi dalam menyediakan transportasi publik yang terjangkau.

“Nilainya pun bisa dibilang yang terendah dari semua layanan angkutan umum yang ada sehingga merupakan pilihan yang paling ekonomis, walaupun memang rutenya telah ditentukan dan pilihannya terbatas,” kata Wahyu kepada wartawan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain menyoal tarif, Wahyu juga menyoroti pentingnya fasilitas penunjang, khususnya penunjuk arah atau signage. Ia meminta PT Transjakarta menyediakan petunjuk yang jelas di area Bandara Soetta maupun Terminal Blok M. Dengan demikian, penumpang yang baru pertama kali menggunakan layanan ini tidak akan kebingungan mencari lokasi bus atau halte.

“Setelah berjalan dan dikenal publik, terlebih dengan petunjuk-petunjuk yang jelas di bandara (Soetta) maupun Blok M, saya kira warga akan sangat menikmati dan menerima tarif sebesar itu,” lanjutnya.

Tarif Efektif September 2026

Kebijakan tarif bus Transjakarta rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta ini direncanakan mulai berlaku pada September 2026. PT Transjakarta pun telah memberikan penjelasan mengenai perhitungan tarif yang ditetapkan. Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuda, mengungkapkan bahwa tarif Rp 15 ribu jauh lebih murah dibandingkan biaya tol yang harus dikeluarkan jika penumpang menggunakan kendaraan pribadi.

Welfizon memberikan gambaran bahwa perjalanan dari Blok M menuju bandara melalui jalan tol membutuhkan biaya tol sebesar Rp 28.500 untuk sekali perjalanan. Ia menyampaikan perhitungan tersebut dalam acara yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Jumat, 31 Juli 2026. Menurutnya, tarif yang diberlakukan menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan yang murah dan bersahabat bagi masyarakat.

“Dalam perjalanannya, kita melihat ini sebagai gambaran buat teman-teman media, kalau kita naik kendaraan dari Blok M menuju bandara, itu kira-kira kalau kita lewat tol, sekali perjalanan itu bayar tolnya 28.500,” ujar Welfizon kepada wartawan.

“Jadi saya sampaikan ke teman-teman di Transjakarta, ini kalau kita mengangkut 8 orang, itu baru Rp 28.000. Jadi buat bayar tolnya pun sebenarnya belum cukup, ya,” tambahnya.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa tarif Rp 15 ribu per penumpang masih jauh di bawah biaya operasional jika dibandingkan dengan biaya tol satu kendaraan. Dengan delapan penumpang, total pendapatan dari tarif masih lebih rendah daripada biaya tol yang harus dibayarkan. Ini menunjukkan bahwa operasional rute ini memerlukan subsidi atau skema bisnis lain agar tetap berkelanjutan. Meski begitu, layanan ini dianggap perlu untuk memberikan akses publik yang murah menuju bandara.

Alternatif Transportasi Terjangkau

Welfizon menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan alternatif layanan yang sangat terjangkau bagi masyarakat, baik yang akan menuju bandara maupun yang baru tiba di Jakarta. Bus TransJabodetabek diharapkan menjadi moda pilihan utama bagi penumpang pesawat yang ingin menghemat biaya transportasi. Rute ini juga memperluas konektivitas antara pusat kota dan bandara internasional utama Indonesia.

Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari kalangan legislatif. Wahyu menilai tarif yang ditetapkan sudah sesuai dengan kemampuan masyarakat, terutama bagi mereka yang menggunakan transportasi umum secara rutin. Ia berharap layanan ini dapat berjalan lancar dan semakin banyak diminati setelah beroperasi. Namun, ia mengingatkan bahwa ketersediaan fasilitas pendukung seperti signage, tempat menunggu yang nyaman, dan kepastian jadwal menjadi kunci keberhasilan layanan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Dengan rute yang menghubungkan Terminal Blok M di Jakarta Selatan dan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, layanan ini memberikan alternatif bagi penumpang yang tidak ingin menggunakan taksi, ojek online, atau kendaraan pribadi. Kehadiran bus ini juga dinilai dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan menekan emisi karbon dari kendaraan bermotor. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada tingkat penggunaan masyarakat.

Harapan Agar Layanan Optimal

Selain signage, Wahyu juga menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola bandara, Pemerintah Kota Jakarta, dan PT Transjakarta. Petunjuk arah yang jelas tidak hanya diperlukan di terminal, tetapi juga di dalam bus dan di sepanjang koridor yang dilalui. Penumpang perlu mengetahui titik pemberhentian, durasi perjalanan, dan frekuensi kedatangan bus agar dapat merencanakan perjalanan dengan baik.

Legislator itu optimistis tarif Rp 15 ribu akan segera diterima publik begitu layanan ini berjalan dan dikenal. Dengan sosialisasi yang masif, ia meyakini warga akan menikmati kemudahan akses ke bandara dengan biaya terjangkau. Selain itu, ia berharap Transjakarta dapat mengevaluasi kembali jumlah armada dan jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan penumpang, terutama pada jam sibuk.

Kebijakan tarif ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas transportasi umum di wilayah aglomerasi Jabodetabek. Sebelumnya, masyarakat telah menantikan hadirnya transportasi umum yang menghubungkan pusat kota dengan bandara dengan tarif bersahabat. Kini, tarif tersebut dipastikan mulai berlaku tahun depan, sehingga warga Jakarta dan sekitarnya dapat segera merasakan manfaatnya.