Stasiun Bogor Catat Lonjakan Penumpang KRL Capai 149 Ribu pada H+2 Lebaran
Stasiun Bogor di Jawa Barat mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) selama periode libur Lebaran 2026. Pada hari Selasa, 24 Maret 2026, tercatat total 149.305 penumpang yang menggunakan layanan KRL di stasiun tersebut.
Rincian Data Penumpang
Menurut Kepala Stasiun Bogor, Mardiono, angka tersebut merupakan akumulasi dari penumpang yang masuk dan keluar stasiun. "Pada hari Senin, 23 Maret 2026 total 149.305. Sebanyak 75.956 gate in dan 73.349 gate out," jelas Mardiono dalam keterangannya.
Lonjakan penumpang ini mulai terjadi sejak Hari Raya Idulfitri pada Sabtu, 21 Maret 2026. Di hari Lebaran itu sendiri, Stasiun Bogor mencatat 80.520 penumpang dengan rincian 37.614 gate in dan 42.906 gate out.
Tren Peningkatan yang Signifikan
Pada H+1 Lebaran, jumlah penumpang sudah menunjukkan peningkatan yang cukup besar dengan total mencapai 136.107 orang. Angka ini terdiri dari 66.174 penumpang yang masuk dan 69.933 penumpang yang keluar dari stasiun.
Hingga pukul 16.00 WIB pada hari Selasa, 24 Maret 2026, Stasiun Bogor sudah mencatat 75.401 penumpang yang menggunakan KRL. Menariknya, mayoritas penumpang yang melalui stasiun ini adalah wisatawan yang memanfaatkan libur panjang Lebaran untuk berpergian.
"Betul, bertujuan untuk wisata," tegas Mardiono ketika mengonfirmasi tujuan perjalanan para penumpang.
Antisipasi Lonjakan Penumpang
Menyikapi lonjakan penumpang yang cukup signifikan ini, pihak pengelola Stasiun Bogor telah mengambil langkah-langkah antisipasi dengan menambah personel keamanan. Penambahan personel ini berasal dari berbagai instansi terkait untuk memastikan kelancaran dan keamanan operasional.
"Tambahan personel Polri 4, TNI 4, sekuriti 10, dan petugas kebersihan 6," ungkap Mardiono menjelaskan komposisi tim tambahan yang dikerahkan.
Lonjakan penumpang KRL di Stasiun Bogor ini mencerminkan tren pergerakan masyarakat selama libur Lebaran yang semakin memilih transportasi massal untuk berbagai keperluan, terutama wisata dan silaturahmi. Data ini juga menunjukkan vitalitas Stasiun Bogor sebagai salah satu simpul transportasi penting di wilayah Jabodetabek.



