Rekaman ATC Bandara New York Ungkap Detik-detik Tragis Tabrakan Pesawat dengan Truk Damkar
Rekaman audio dari menara pengontrol lalu lintas udara di Bandara LaGuardia, New York, telah mengungkapkan mencekamnya detik-detik sebelum pesawat Air Canada Express CRJ-900 menabrak sebuah truk pemadam kebakaran otoritas bandara. Insiden yang terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026, pukul 02.40 waktu setempat itu menewaskan kedua pilot dan melukai puluhan orang lainnya.
Peringatan 'Berhenti' yang Terlambat
Dalam rekaman yang dilansir BBC, seorang anggota staf menara pengontrol terdengar berteriak, "Truk satu, berhenti, berhenti, berhenti!" beberapa detik sebelum tabrakan terjadi. Namun, peringatan itu tampaknya tidak cukup untuk mencegah bencana. Truk pemadam kebakaran tersebut telah dipanggil beberapa menit sebelumnya ke pesawat lain yang melaporkan masalah bau, menurut keterangan direktur eksekutif Otoritas Pelabuhan, Kathryn Garcia.
Kisah Korban yang Selamat
Penumpang Rebecca Liquori, yang berada di pesawat yang tiba dari Montreal, menggambarkan momen mengerikan itu. "Saat kami turun, kami mengalami turbulensi hebat," katanya kepada News12 Long Island. "Lalu kami mendarat dengan sangat kasar... Semua orang merasakannya. Rasanya seperti pesawat terguncang dan Anda mendengar pilot mencoba mengerem untuk mencegah tabrakan."
Liquori menambahkan, "Saat Anda mendengar suara rem, beberapa detik kemudian terdengar suara ledakan yang sangat keras. Semua orang tersentak dari tempat duduk mereka." Ia menggambarkan bagaimana para penumpang saling membantu meluncur turun dari sayap untuk keluar, dengan pernyataan, "Saya hanya senang masih hidup. Saya tidak pernah membayangkan penerbangan satu jam yang telah saya lakukan berkali-kali... berakhir seperti ini."
Korban dan Dampak Insiden
Tabrakan ini menewaskan kedua pilot pesawat, termasuk Antoine Forest, 30 tahun, warga asli Québec, seperti dilaporkan media Kanada. Selain itu, 41 orang lainnya terluka dan dibawa ke rumah sakit, beberapa di antaranya mengalami luka serius. Dua orang di dalam truk pemadam kebakaran masih dirawat di rumah sakit.
Insiden ini menyebabkan Bandara LaGuardia ditutup hingga Senin siang, mengakibatkan ratusan penerbangan tertunda atau dibatalkan. Leo Medina, 23 tahun, yang berada di pesawat lain di landasan pacu, mengatakan, "Kami benar-benar hanya berjarak sekitar 100 meter. Rasanya seperti pesawat terbelah dua."
Penyelidikan dan Tanggapan Otoritas
Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) telah memulai penyelidikan menyeluruh. Ketua NTSB, Jennifer Homendy, mengonfirmasi bahwa tim mereka tiba di lokasi tepat setelah pukul 03.00 waktu setempat dan telah menyelesaikan inspeksi lapangan. Homendy juga menyatakan bahwa perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan pesawat, yang tidak rusak, sedang dianalisis.
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, menggambarkan insiden ini sebagai "tabrakan tragis" dan memuji para petugas tanggap darurat. Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menekankan pentingnya sabuk pengaman, dengan mengatakan, "Seperti yang Anda lihat tadi malam, sabuk pengaman memang menyelamatkan nyawa."
Konteks dan Dampak Lebih Luas
Kecelakaan ini terjadi di tengah masa penuh gejolak dalam perjalanan udara di AS, dengan bandara-bandara menghadapi kekurangan staf Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) akibat penutupan berkelanjutan Departemen Keamanan Dalam Negeri. Insiden di LaGuardia ini adalah yang pertama mengakibatkan kematian di bandara tersebut dalam lebih dari 34 tahun.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyebut kecelakaan ini "sangat menyedihkan", sementara Presiden AS, Donald Trump, menggambarkannya sebagai "mengerikan" dan "urusan yang berbahaya". Penyidik kini fokus pada dokumentasi puing-puing dan bukti di lokasi, dengan landasan pacu tetap ditutup untuk penyelidikan lebih lanjut.



