Pramono Anung Bahas WFA dan Skema Mudik dengan Menhub Dudy Purwagandhi
Pramono Anung Bahas WFA dan Skema Mudik dengan Menhub

Pramono Anung Bahas WFA dan Skema Mudik dengan Menhub Dudy Purwagandhi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Balai Kota Jakarta pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Pertemuan tersebut difokuskan untuk membahas kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026, termasuk koordinasi terkait kebijakan work from anywhere (WFA) yang akan diterapkan menjelang perayaan Idul Fitri.

Sinkronisasi WFA dan Jadwal Mudik

Pramono menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan WFA yang akan berlaku mulai tanggal 13 hingga 27 atau 28 Maret 2026. Menurutnya, kebijakan ini perlu disinkronkan dengan pengaturan mudik untuk mencegah terjadinya lonjakan kepadatan lalu lintas secara bersamaan. "Kebetulan kemarin saya bersama dengan Kementerian Perhubungan. Kita menyambut rencana work from everywhere mulai tanggal 13 sampai 27 atau 28. Artinya memang range-nya panjang," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ia menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengatur jadwal mudik bersama agar tidak dilakukan secara serentak dalam satu waktu. Langkah ini bertujuan untuk menghindari kemacetan parah seperti yang pernah terjadi pada periode mudik sebelumnya. "Maka kami atur supaya mudik bersamanya tidak bersamaan. Jadi tidak terjadi kemacetan yang luar biasa," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Persiapan Program Mudik Bersama

Pramono menambahkan bahwa Pemprov DKI juga telah menyiapkan program mudik bersama dengan kuota puluhan ribu peserta. Jadwal keberangkatan akan diatur secara bertahap, dimulai sejak pertengahan Maret 2026, menyesuaikan dengan periode kebijakan WFA. "Termasuk DKI Jakarta akan mudik bersama kurang lebih 26.661 bus. Dan ternyata kali ini antusiasme mudik bersama yang oleh swasta maupun kementerian lembaga itu cukup tinggi," ungkapnya.

Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan kepolisian dan berbagai instansi terkait untuk mengantisipasi pergeseran pola kepadatan lalu lintas selama bulan Ramadan. Hal ini mencakup pengaturan khusus pada jam-jam menjelang berbuka puasa, di mana aktivitas transportasi cenderung meningkat signifikan. Pramono menegaskan bahwa semua langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus mudik dan mengurangi dampak kemacetan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga