Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pembangunan jalan dan jembatan terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, akan mengutamakan aspek keselamatan masyarakat. Hal ini disampaikan Tito usai meninjau Jembatan Enang-Enang di Bener Meriah pada Selasa (7/7/2026).
Apresiasi Swadaya Masyarakat dan Rencana Penguatan Struktur
Dalam kunjungannya, Tito mengapresiasi inisiatif swadaya masyarakat yang telah membangun Jembatan Enang-Enang untuk menjaga konektivitas dan mobilitas warga. Namun, berdasarkan hasil pembahasan bersama, kondisi jembatan tersebut dinilai belum cukup aman, terutama bagi kendaraan berat. Oleh karena itu, pemerintah akan memperkuat struktur jembatan agar dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan.
"Jembatan Enang-Enang ini tetap difungsikan tapi nanti akan diperkuat dan dipelajari strukturnya teknis itu oleh Balai PU (Pekerjaan Umum)," ujar Tito. Selama proses kajian berlangsung, jembatan hanya diperbolehkan dilintasi kendaraan roda dua dan kendaraan ringan. Sementara itu, kendaraan berat baru dapat melintas setelah ada hasil kajian dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh yang menyatakan jembatan aman digunakan.
Kebijakan Jalan Tengah: Kebutuhan Masyarakat vs Keselamatan
Menurut Tito, kebijakan tersebut merupakan jalan tengah yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekaligus aspek keselamatan. Pemerintah tidak ingin aktivitas warga terganggu, namun juga tidak ingin mengambil risiko apabila kondisi jembatan belum sepenuhnya dinyatakan aman. "Kita enggak ingin juga kalau ada kecelakaan kemudian roboh," tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah memahami harapan masyarakat agar Jembatan Enang-Enang tetap dapat dimanfaatkan. Jembatan itu menjadi akses penting menuju sekolah, pusat kegiatan ekonomi, serta berbagai layanan publik. Apabila ditutup, warga harus menggunakan jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh dan biaya transportasi yang lebih besar.
Pendampingan dan Pihak Terlibat
Dalam peninjauan tersebut, Tito didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Zulkarnaini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bener Meriah, serta pejabat terkait lainnya. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan rekonstruksi berjalan sesuai standar keselamatan dan kebutuhan masyarakat.



