Pemprov Jateng Fasilitasi Balik Rantau Gratis, 320 Warga Diberangkatkan dari Semarang
Pemprov Jateng Fasilitasi Balik Rantau Gratis dari Semarang

Pemprov Jateng Fasilitasi Balik Rantau Gratis, 320 Warga Diberangkatkan dari Semarang

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi memberangkatkan peserta program Balik Rantau Gratis dengan moda kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, pada hari Jumat, 27 Maret 2026. Program ini merupakan bagian dari fasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu masyarakat, khususnya para pekerja informal, kembali ke perantauan setelah merayakan momen Lebaran di kampung halaman mereka.

Skema Kolaboratif untuk Meringankan Beban Warga

Luthfi menjelaskan bahwa program Balik Rantau Gratis difasilitasi melalui dua moda transportasi utama, yaitu kereta api dan bus. Pada pemberangkatan hari ini, fokus diberikan pada kereta api dari Stasiun Tawang, dengan sebanyak 320 penumpang yang diberangkatkan menggunakan empat gerbong kereta api.

"Program ini merupakan bagian dari skema pelayanan Pemprov Jateng bersama sejumlah pemerintah kabupaten/kota, Bank Jateng, dan para pemangku kepentingan lainnya," kata Luthfi dalam keterangan tertulisnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurutnya, bantuan transportasi gratis ini sangat berarti bagi warga yang bekerja di sektor informal, karena mampu meringankan beban anggaran mereka selama periode mudik. "Mereka yang sudah mudik di Jawa Tengah, sudah belanja di kampungnya masing-masing, dia pulang itu uangnya sudah tipis. Sehingga dengan adanya program Balik Rantau Gratis ini, mereka sangat senang sekali," ujarnya.

Dukungan untuk Pekerja Informal dan Peserta yang Bersyukur

Luthfi menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran Pemprov Jateng di tengah kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja informal. Dalam kesempatan tersebut, dia juga berharap agar warga Jawa Tengah yang kembali bekerja di perantauan tetap menjaga semangat, bekerja keras, dan menaati hukum, sambil mengingatkan bahwa keluarga di kampung halaman menaruh harapan besar kepada mereka.

"Karakter masyarakat Jawa Tengah yang guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung toleransi harus terus dijaga. Karakter tersebut sebagai modal sosial saat kembali ke perantauan," tuturnya.

Sementara itu, salah satu peserta program, Susanto, mengaku senang dengan fasilitas ini karena membantu pengeluaran keluarganya. Tahun ini, dia mudik bersama istri dan dua anaknya dari Pati ke Bekasi. "Ini menghemat banget, membantu kami menekan pengeluaran," ujarnya. Susanto menyatakan sudah berulang kali menikmati program tersebut, namun sebelumnya selalu menggunakan armada bus. Perjalanan balik rantau dengan kereta api kali ini menjadi pengalaman pertama bagi keluarganya, dan dia senang karena anak-anaknya bisa merasakan naik kereta jarak jauh untuk pertama kali.

Pengalaman Baru dan Harapan untuk Masa Depan

Hal serupa disampaikan oleh Nani Rusmalani, perantau asal Demak yang sehari-hari tinggal di Bogor. Dia bersama suaminya, Zainal Mubarok, mengikuti program Balik Rantau Gratis kereta api untuk pertama kalinya. Nani mengungkapkan bahwa sebelumnya saat mudik ke kampung halaman, dia menempuh perjalanan menggunakan bus, sehingga pengalaman dengan kereta api kali ini terasa berbeda dan menyenangkan.

Zainal Mubarok menambahkan bahwa biasanya mereka mudik secara mandiri dengan biaya perjalanan yang tidak sedikit, mencapai sekitar Rp1 juta per orang. "Jadi ini sangat membantu," ucapnya. Dia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng dan berharap ke depan jumlah gerbong yang disediakan untuk program mudik dan balik rantau gratis bisa ditambah, agar lebih banyak warga yang terbantu.

Program Balik Rantau Gratis ini tidak hanya sekadar fasilitas transportasi, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama di masa pasca-Lebaran ketika banyak keluarga menghadapi tekanan ekonomi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga